10 Ciri-Ciri Calo Tiket Bus Mudik Lebaran yang Wajib Diwaspadai: Tidak Ada Bukti Pembayaran Resmi
HAIJAKARTA.ID – Menjelang musim mudik Lebaran, permintaan tiket bus biasanya meningkat tajam.
Kondisi ini kerap dimanfaatkan oleh oknum calo untuk meraup keuntungan dengan berbagai modus.
Agar tidak menjadi korban penipuan, masyarakat perlu mengenali ciri-ciri calo tiket bus mudik Lebaran sejak awal.
10 Ciri-Ciri Calo Tiket Bus Mudik Lebaran yang Wajib Diwaspadai
Berikut 10 ciri calo tiket bus yang sering ditemui di lapangan.
1. Harga Lebih Mahal dari Tarif Resmi
Calo biasanya menjual tiket dengan harga jauh di atas tarif yang ditetapkan perusahaan otobus (PO).
Kenaikan harga kerap tidak masuk akal dan tidak disertai penjelasan resmi.
2. Tidak Memberikan Tiket Asli Secara Langsung
Setelah pembayaran, calo sering beralasan tiket akan diberikan nanti menjelang keberangkatan.
Padahal, tiket resmi seharusnya bisa langsung diterima penumpang.
3. Tidak Ada Bukti Pembayaran Resmi
Transaksi yang dilakukan calo umumnya tanpa struk, nota, atau bukti pembayaran sah dari PO bus.
Pembayaran biasanya hanya berdasarkan kepercayaan.
4. Beroperasi di Tempat Tidak Resmi
Calo kerap menawarkan tiket di luar loket resmi, seperti di area parkiran, pinggir terminal, warung sekitar terminal, atau bahkan di pinggir jalan.
Biasanya para calo tersebar di beberapa titik.
Mereka bisa terdiri dari beberapa orang (kelompok besar maupun kelompok kecil).
5. Mengaku Punya “Orang Dalam”
Salah satu modus yang sering digunakan adalah mengklaim memiliki koneksi orang dalam perusahaan bus.
Para calo bisa “menyulap” tiket yang sebenarnya sudah habis menjadi bisa dijual.
6. Menggunakan Modus “Tiket Terakhir”
Calo sering mengatakan bahwa tiket yang ditawarkan adalah tiket terakhir agar calon penumpang merasa terdesak dan segera membayar tanpa berpikir panjang.
Jika penumpang termakan umpan, biasanya akan segera merogoh kantong untuk membeli.
7. Menawarkan Kursi Tanpa Kepastian Nomor
Nomor kursi sering kali tidak jelas atau berubah-ubah.
Bahkan, ada penumpang yang baru mengetahui tidak mendapatkan kursi saat hari keberangkatan.
8. Biasanya Berkelompok
Calo jarang bekerja sendiri.
Mereka biasanya berkelompok dan berbagi peran, mulai dari menarik calon penumpang hingga mengatur transaksi.
9. Menolak Transaksi di Loket Resmi
Ketika diajak membeli langsung di loket atau mengecek ke pihak PO bus, calo biasanya menolak dengan berbagai alasan, seperti antrean panjang atau sistem sedang bermasalah.
10. Sulit Dihubungi Setelah Pembayaran
Setelah uang diterima, calo kerap sulit dihubungi atau bahkan menghilang, terutama jika terjadi masalah pada tiket atau keberangkatan.
Tips Terhindar dari Calo Tiket Bus Mudik Lebaran
Maraknya calo tiket bus menjelang mudik Lebaran kerap merugikan calon penumpang.
Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, berikut sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk menghindari calo.
1. Beli Tiket di Loket Resmi
Pastikan membeli tiket langsung di loket resmi perusahaan otobus (PO) atau agen yang telah ditunjuk. Loket resmi selalu memberikan tiket dan bukti pembayaran yang sah.
2. Gunakan Aplikasi atau Situs Resmi
Manfaatkan platform penjualan tiket online yang terpercaya dan bekerja sama langsung dengan PO bus. Cara ini lebih aman dan memudahkan pengecekan jadwal serta harga.
3. Cek Harga Resmi Terlebih Dahulu
Sebelum membeli, cari tahu tarif resmi tiket bus sesuai rute dan kelas. Jika harga yang ditawarkan jauh lebih mahal, patut dicurigai sebagai calo.
4. Jangan Tergiur Klaim “Tiket Terakhir”
Calo sering menggunakan tekanan dengan mengatakan tiket tinggal satu atau hampir habis. Tetap tenang dan lakukan pengecekan langsung ke loket atau aplikasi resmi.
5. Hindari Transaksi di Tempat Tidak Resmi
Jangan melakukan transaksi di area parkiran, pinggir terminal, atau tempat lain di luar loket resmi, meskipun ditawari keberangkatan cepat.
