10 Hal yang Bisa Selamatkan Keuangan Usai Terkena PHK, Wajib Tahu!
HAIJAKARTA.ID – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi situasi berat bagi banyak orang, terutama karena berdampak langsung pada kondisi keuangan.
Kehilangan penghasilan tetap membuat seseorang harus menghadapi ketidakpastian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam kondisi seperti ini, pengelolaan keuangan yang kurang tepat dapat memperburuk situasi.
Penyesuaian gaya hidup dan perencanaan keuangan menjadi kunci penting untuk bertahan di masa pasca-PHK.
10 Hal yang Bisa Selamatkan Keuangan Usai Terkena PHK
Berikut 10 hal penting yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan keuangan setelah terkena PHK, diantaranya adalah:
1. Tenangkan Diri dan Evaluasi Kondisi Keuangan
Langkah pertama adalah tetap tenang dan tidak panik.
Luangkan waktu untuk mengevaluasi kondisi keuangan secara menyeluruh, mulai dari tabungan, dana darurat, hingga kewajiban utang yang masih berjalan.
2. Hitung Dana Bertahan Hidup
Catat berapa lama tabungan dan dana darurat bisa menopang kebutuhan hidup. Idealnya, dana darurat dapat mencukupi kebutuhan selama 3–6 bulan setelah PHK.
3. Pangkas Pengeluaran Tidak Penting
Segera lakukan penyesuaian gaya hidup.
Hentikan sementara pengeluaran konsumtif seperti langganan hiburan berbayar, nongkrong berlebihan, atau belanja impulsif.
4. Susun Anggaran Darurat
Buat anggaran khusus pasca-PHK dengan fokus pada kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, listrik, air, dan kesehatan.
Prioritaskan pengeluaran yang benar-benar penting.
5. Manfaatkan Hak dan Pesangon
Jika menerima pesangon atau kompensasi PHK, gunakan dana tersebut secara bijak.
Hindari langsung menghabiskannya untuk kebutuhan sekunder dan alokasikan sebagian sebagai dana bertahan hidup.
6. Komunikasikan dengan Pihak Pemberi Utang
Jika memiliki cicilan, segera hubungi pihak bank atau lembaga keuangan.
Banyak institusi menyediakan opsi restrukturisasi, penundaan, atau keringanan cicilan bagi korban PHK.
7. Cari Penghasilan Alternatif
Manfaatkan keahlian yang dimiliki untuk mencari penghasilan sementara, seperti freelance, kerja lepas, jualan online, atau jasa sesuai kemampuan.
Penghasilan kecil sekalipun dapat membantu arus kas.
8. Manfaatkan Program Bantuan dan Asuransi
Cek apakah Anda terdaftar dalam program jaminan sosial, asuransi ketenagakerjaan, atau bantuan pemerintah yang bisa membantu selama masa transisi.
9. Perbarui CV dan Aktif Cari Kerja
Segera perbarui CV dan portofolio, lalu aktif melamar pekerjaan.
Perluas jaringan profesional dan manfaatkan platform pencari kerja untuk meningkatkan peluang mendapat pekerjaan baru.
10. Jaga Kesehatan Mental dan Fisik
Kondisi mental sangat memengaruhi pengambilan keputusan keuangan.
Jaga kesehatan dengan pola hidup sederhana, tetap aktif, dan jangan ragu mencari dukungan dari keluarga atau teman.
PHK memang menjadi ujian berat, namun dengan langkah yang tepat dan disiplin finansial, kondisi keuangan masih bisa diselamatkan.
Fokus pada kebutuhan utama, kelola dana dengan bijak, dan terus berusaha membuka peluang baru agar dapat bangkit kembali.

