sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Menghemat pada saat bulan puasa sangat penting diterapkan sejak awal bulan Ramadhan mengingat pola belanja masyarakat cendrung meningkat, terutama untuk kebutuhan berbuka dan sahur.

Tanpa perencanaan yang tepat, pengeluaran bisa membengkak meski durasi makanan justru lebih singkat.

Mengacu pada edukasi literasi keuangan dari lembaga resmi dan kebiasaan pengelolaan anggaran rumah tangga, pengendalian belanja selama Ramadhan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana namun dilakukan dengan konsisten.

Fokus utamanya ialah membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar keuangan tetap stabil.

10 Tips Menghemat Pengeluran Selama Bulan Puasa

1. Buat anggaran khusus Ramadhan

Tentukan batas pengeluaran harian agar tidak kebablasan sejak mulainya bulan puasa pada minggu pertama, karena biasanya pembelian berlebihan untuk stok dari awal harus lebih dipertimbangkan.

2. Susun menu sahur dan berbuka dari awal

Tips ini bisa dilakukan dalam upaya menghemat pengeluaran selama bulan puasa dengan perencanaaan menu membantu belanja lebih ter arah dan mengurangi pemborosan bahan makanan.

3. Belanja sesuai kebutuhan daftar belanja

Sering kali, pada saat sampai di pusat pembelanjaan merasa lapar mata mendadak beberapa hal yang diperlukan tak terlalu penting ingin di beli, namun hal tersebut harus dihindari dan ditahan apalagi jika adanya promo musiman.

4. Masak sendiri lebih hemat dan sehat

Biasanya pada saat bulan puasa, godaan untuk membeli makanan diluar terasa lebih besar namun disarankan untuk menghemat pengeluaran selama bulan puasa dan tentunya terjamin kesehatan, baiknya menu makanan selama puasa dimasak sendiri di rumah.

Hal ini juga dapat lebih mengeratkan kedekatan antar anggota keluarga dan mempersingkat waktu berbuka dengan kegiatan memasak.

5. Batasi beli takjil berlebihan

Saat bulan puasa berburu takjil biasanya sangat banyak diburu, namun untuk mengindari pemborosan baiknya pembelian takjil dibatasi. Misalnya membeli hanya satu atau dua jenis camilan takjil saja sudah cukup.

6. Kurangi frekuensi buka puasa di luar

Bulan Ramadhan pastinya bakal ada ajakan bukber (buka bersama) entah dari teman kantor, sekolah, kuliah dan lainnya. Namun jika terlalu berlebihan juga dapat berdampak pada pengeluaran, jika sesekali boleh saja.

7. Manfaatkan stok bahan makanan yang ada

Bentuk menghemat pengeluaran saat bulan puasa juga dapat dilakukan dengan cara cek isi dapur sebelum belanja agar tidak membeli barang yang sebenarnya masih tersedia.

8. Pisahkan uang kebutuhan dan tabungan

Cara ini dapat membantu menontrol pengeluaran sekaligus menjaga dana cadangan.

9. Hindari belanja non-prioritas

Hindari pembelanjaan yang sekiranya tidak terlalu mendesak, ini bisa menjadi upaya penghematan pengeluaran pada saat bulan puasa. Jika mau, boleh saja keinginan tersebut disalurkan dilain waktu atau setelah bulan Ramadhan.

10. Manfaatkan momen puasa untuk hidup lebih sederhana

Nilai kesederhanaaan sejalan dengan esensi Ramadhan, dan berdampak baik bagi keuangan seharusnya jika dilihat kurun waktu pada saat makan dan minum.

Manfaat Menghemat Pengeluaran Selama Bulan Puasa bagi Keuangan Keluarga

Adapun beberapa manfaat dari melakukan penghematan pengeluaran selama bulan Ramadhan bagi keuangan keluarga, diantaranya:

1. Keuangan lebih terkontrol, karena pengeluaran yang terencana dapat membantu keluarga menghindari pemborosan selama Ramadhan

2. Mengurangi tekanan finansial setelah lebaran, alasanya anggaran yang dujaga sejak awal dapat mencegah defisit akibat belanja yang berlebihan.

3. Dana bisa dialihkan ke kebutuhan penting, misalnya sisa anggaran dapat digunakan untuk tabungan, dana darurat, atau kebutuhan prioritas lainnya.

4. Membentuk kebiasaan finansial yang disiplin, karena pola belanja selama bulan puasa dapat diterapkan berkelanjutan setelah Ramadhan.

5. Sejalan dengan nilai hidup yang sederhana, alasanya karena penghematan mencerminkan pengendalian diri yang selaras dengan esensi ibadah puasa.

Disiplin mengatur keuangan di bulan puasa juga dinilai mampu mengurangi tekanan finansial setelah Lebaran, periode yang kerap diwarnai lonjakan pengeluaran.

Kebiasaan ini menjadi bekal positif untuk mengelola keuangan keluarga di bulan-bulan berikutnya.