11 Amalan Nabi Muhammad SAW Saat Berpuasa, Teladan Hidup Hidup Penuh Berkah!
HAIJAKARTA.ID- Amalan Nabi Muhammad SAW saat berpuasa, bisa jadi teladan untuk kita semua!
Selain sebagai bulan diwajibkannya puasa, Ramadan juga dikenal sebagai waktu dilipatgandakannya pahala dan dibukanya pintu ampunan seluas-luasnya.
Dalam menjalani bulan penuh keberkahan ini, umat Islam memiliki teladan utama, yakni Nabi Muhammad SAW, yang mencontohkan berbagai amalan mulia, baik bersifat ibadah personal maupun sosial.
Sejumlah riwayat hadis, ayat Al-Qur’an, serta catatan sejarah Islam menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memanfaatkan bulan Ramadan dengan meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak.
11 Amalan Nabi Muhammad SAW Saat Berpuasa
Amalan-amalan tersebut hingga kini masih sangat relevan untuk diamalkan oleh umat Islam.
1. Menentukan Awal Ramadan dengan Kehati-hatian
Rasulullah SAW tidak menetapkan awal puasa Ramadan kecuali setelah benar-benar melihat hilal atau menerima kesaksian dari orang yang terpercaya.
Sikap ini mencerminkan prinsip kehati-hatian dan ketundukan penuh terhadap syariat Islam dalam menentukan waktu ibadah.
2. Mengakhirkan Sahur dan Menyegerakan Berbuka
Salah satu kebiasaan utama Rasulullah SAW di bulan Ramadan adalah mengakhirkan waktu sahur hingga mendekati Subuh serta menyegerakan berbuka ketika waktu Magrib telah tiba.
Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan bahwa umat Islam akan senantiasa berada dalam kebaikan selama melakukan dua hal tersebut.
Aisyah RA juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW selalu berbuka tepat waktu dan tidak menunda-nunda, sebagai bentuk kemudahan dalam beribadah.
3. Tidak Pernah Meninggalkan Sahur
Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya sahur. Bahkan beliau menyebut sahur sebagai pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat agama lain.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa sahur mengandung keberkahan dan Allah SWT beserta para malaikat bershalawat kepada orang yang melaksanakannya.
4. Memperbanyak Ibadah Malam dan Istigfar
Selama Ramadan, Rasulullah SAW mengurangi waktu tidur malam dan menggantinya dengan ibadah, seperti salat malam, doa, dan istigfar.
Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Az-Zariyat ayat 17–18 yang menggambarkan ciri orang-orang bertakwa, yakni sedikit tidur di malam hari dan banyak memohon ampunan di waktu sahur.
4. Menjaga Lisan dan Akhlak
Puasa bagi Rasulullah SAW tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga ucapan dan perilaku.
Dalam hadis qudsi riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa adalah perisai, sehingga orang yang berpuasa dilarang berkata kotor atau terlibat pertengkaran.
5. Tetap Berpuasa Saat Safar Jika Mampu
Meski Islam memberikan keringanan untuk tidak berpuasa saat bepergian jauh, Rasulullah SAW tetap berusaha menyempurnakan puasanya apabila kondisi memungkinkan.
Namun, beliau juga memberikan kebebasan kepada umatnya untuk memilih, sebagaimana hadis riwayat Bukhari yang menyebutkan bahwa berpuasa atau berbuka saat safar sama-sama diperbolehkan.
6. Gemar Bersedekah dan Memberi Makan Orang Berpuasa
Ramadan dikenal sebagai bulan kepedulian sosial. Rasulullah SAW memperbanyak sedekah, bahkan disebutkan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadan melebihi hari-hari lainnya.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi dijelaskan bahwa orang yang memberi makan orang berpuasa akan memperoleh pahala yang sama tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.
Amalan ini kini banyak diwujudkan melalui program berbagi buka puasa dan santunan Ramadan yang dijalankan lembaga filantropi Islam, salah satunya Dompet Dhuafa.
7. Memperbanyak Doa
Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa orang yang berpuasa termasuk doa yang mustajab.
Dalam hadis riwayat Baihaqi disebutkan bahwa ada tiga doa yang tidak ditolak Allah SWT, salah satunya doa orang yang sedang berpuasa.
8. Berbuka dengan Kurma dan Air
Dalam kesehariannya, Rasulullah SAW berbuka puasa dengan kurma basah (rutab).
Jika tidak tersedia, beliau berbuka dengan kurma kering (tamar), dan jika itu pun tidak ada, maka cukup dengan beberapa teguk air. Kebiasaan ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA.
9. I’tikaf dan Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir
Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW meningkatkan ibadah dengan beri’tikaf di masjid.
Aktivitas ini dilakukan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mengharapkan datangnya malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
10. Tadarus Al-Qur’an Bersama Malaikat Jibril
Riwayat sahih menyebutkan bahwa setiap malam Ramadan, Rasulullah SAW bertadarus Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril.
Bahkan pada Ramadan terakhir sebelum wafat, tadarus dilakukan dua kali, sebagai isyarat berakhirnya masa kerasulan beliau.
Beragam amalan yang dilakukan Rasulullah SAW selama bulan Ramadan menunjukkan bahwa ibadah tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga menyentuh aspek moral, sosial, dan spiritual.
Meneladani kebiasaan beliau di bulan suci ini diharapkan mampu membentuk pribadi Muslim yang lebih bertakwa, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama.
