Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Peristiwa rumah hancur gegara longsor di Tebet terjadi di permukiman bantaran sungai di Jalan J, RT 06 RW 10, Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/3/2026).

Dua rumah dilaporkan amblas setelah tanah di tepi sungai longsor.

Rumah Hancur Gegara Longsor di Tebet

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (7/3/2026), tanah ambles sejauh kurang lebih 25 meter menuju aliran Sungai Ciliwung dengan luas area sekitar 5 meter persegi.

Tebing tanah merah yang berbatasan langsung dengan sungai juga terlihat runtuh sepenuhnya. Di dasar tebing tampak puing-puing bangunan seperti pecahan bata, atap seng, kayu, bambu, hingga pipa PVC yang berserakan.

Selain itu, beberapa barang milik warga masih tertinggal di bibir tebing, seperti mesin cuci, pot tanaman, dan alas kardus yang tergeletak di jalan.

Sejumlah petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air terlihat berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Mereka meninjau area longsor dengan turun menggunakan tali tambang.

Sebagian petugas mengikat tubuh mereka dengan tali besar yang diikat ke pohon di pinggir jalan sebelum turun ke area longsor yang curam.

Petugas juga membawa cerucuk kayu dolken yang akan dipancang di tanah sebagai penahan untuk mencegah longsor susulan.

Akibat rumah hancur gegara longsor di Tebet, akses jalan lingkungan yang sebelumnya bisa dilalui sepeda motor kini menyempit drastis. Jalan tersebut kini hanya menyisakan jalur setapak yang bisa dilewati pejalan kaki.

Kesaksian Warga

Salah satu warga setempat, Yanti (50), mengaku mendengar suara keras sebelum tanah dan bangunan amblas.

Ia mengatakan saat kejadian anak-anak sedang bermain, kemudian tiba-tiba terdengar suara seperti gemuruh sebelum tanah longsor dan rumah langsung jatuh.

Yanti menjelaskan bahwa bangunan yang amblas merupakan rumah kontrakan.

Ia menuturkan di lokasi tersebut terdapat enam unit kontrakan, namun dua di antaranya hancur akibat longsor.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa rumah hancur gegara longsor di Tebet tersebut karena rumah yang amblas sedang tidak ditempati.

Yanti mengatakan sebelumnya rumah tersebut memang dihuni, tetapi para penyewa sudah pindah karena bangunan menunjukkan tanda-tanda retak.

Retakan itu bahkan sudah menjalar hingga ke jalan di depan kontrakan, sehingga para penghuni memilih pindah ke tempat lain.

Penyebab Rumah Hancur Gegara Longsor di Tebet

Menurut Yanti, sebelum kejadian wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak malam sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa saat kejadian hanya gerimis, namun sejak malam hari sebelumnya hujan turun sangat deras sehingga tanah menjadi lembek.

Kondisi tanah yang retak dan jenuh air diduga menjadi pemicu utama longsor.

Akibat longsor tersebut, akses jalan yang sebelumnya digunakan warga kini nyaris terputus.

Yanti mengungkapkan bahwa jalan tersebut kini hanya bisa dilewati pejalan kaki dengan sangat hati-hati karena tepinya berada tepat di atas area longsor.

Ia mengatakan jalan tersebut sebelumnya masih bisa dilalui sepeda motor, namun sekarang praktis terputus.

Longsor Kedua Sepanjang 2026

Peristiwa rumah hancur gegara longsor di Tebet ternyata bukan yang pertama terjadi di kawasan tersebut pada tahun 2026.

Yanti mengungkapkan longsor sebelumnya terjadi beberapa waktu lalu di bagian lain dari area yang sama.

Ia menjelaskan bahwa pada kejadian sebelumnya hanya sebagian rumah yang terdampak, sedangkan longsor kali ini jauh lebih parah karena meruntuhkan dua bangunan sekaligus.

Sejak 2025, warga juga sudah melihat retakan di sepanjang jalan lingkungan tersebut.

Yanti mengaku khawatir karena rumahnya berada tepat di pinggir sungai.

Ia mengungkapkan rasa cemas tetap ada karena khawatir longsor bisa kembali terjadi, terutama saat hujan turun.

Meski demikian, ia berharap kondisi lingkungan tetap aman dan warga hanya bisa terus berdoa agar tidak terjadi longsor susulan.

Saat ini petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan masih melakukan penanganan darurat untuk mencegah potensi longsor lanjutan.