Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Ramp check bus pariwisata digelar oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor bagi kendaraan yang hendak melintas menuju kawasan Puncak.

Kegiatan ramp check tersebut dilaksanakan di rest area Tol Jagorawi Kilometer 45, Sabtu (5/4/2025), untuk memastikan kelaikan kendaraan dalam mengangkut wisatawan.

3 Bus Pariwisata Bermasalah Saat Uji Kelaikan di Tol Jagorawi Bogor

Kepala Dishub Kabupaten Bogor, Agus Ridho, menjelaskan bahwa sejauh ini sudah ada 15 bus yang diperiksa secara menyeluruh. Ia menyatakan bahwa kegiatan pemeriksaan akan terus dilanjutkan untuk menjamin keselamatan penumpang.

“Hari ini sudah ada sekitar 15 bus yang kami periksa. Pemeriksaan ini akan terus berlanjut,” ujarnya di lokasi.

Izin Administrasi Jadi Sorotan

Dari 15 bus yang telah dicek, ditemukan tiga bus pariwisata bermasalah. Masalah yang ditemukan berkaitan dengan kelengkapan administrasi.

Agus Ridho menyebutkan bahwa ada bus yang tidak memiliki kartu pengawasan aktif serta izin KIR yang telah kedaluwarsa.

“Beberapa bus ditemukan tidak memenuhi persyaratan administratif seperti kartu pengawasan yang sudah tidak berlaku serta masa berlaku KIR yang telah habis,” jelasnya.

Penumpang Dialihkan, Bus Bermasalah Dihentikan Sementara

Menanggapi temuan tersebut, Dishub Bogor mengambil langkah cepat dengan menghentikan operasional sementara ketiga bus bermasalah.

Para penumpang diarahkan untuk beralih ke armada pengganti agar perjalanan tetap bisa dilanjutkan dengan aman.

“Kami telah menginstruksikan penghentian sementara terhadap bus yang tidak memenuhi syarat. Penumpang kami minta untuk pindah ke bus lain,” tegas Agus.

Bus Layak Jalan Diberi Stiker Khusus

Sementara itu, bus yang dinyatakan layak jalan usai pemeriksaan ramp check akan diberi stiker khusus sebagai tanda bahwa kendaraan tersebut telah melalui uji kelaikan dan dinyatakan aman.

“Bus yang telah kami nyatakan aman akan kami beri stiker ramp check sebagai penanda bahwa kendaraan tersebut sudah diperiksa dan memenuhi semua persyaratan teknis,” tutup Agus.

Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan wisatawan yang hendak menuju kawasan Puncak, terutama pada akhir pekan yang biasanya ramai dikunjungi.