30 Makanan Menyebabkan Asam Lambung Naik Saat Puasa Ramadan, Hat-Hati Nyeri Perut!
HAIJAKARTA.ID – Pernahkah Anda merasa asam lambung naik saat puasa?
Ternyata, ada makanan menyebabkan asam lambung naik saat puasa Ramadan yang wajib dihindari demi kesehatan tubuh.
Puasa Ramadan menuntut tubuh beradaptasi dengan pola makan yang berubah.
Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat maag atau GERD, salah memilih makanan saat sahur dan berbuka bisa memicu naiknya asam lambung.
Kondisi ini dapat menimbulkan rasa perih di ulu hati, mual, hingga sensasi terbakar di dada.
Namun, tahukah Anda makanan apa saja yang membuat asam lambung naik saat kita berpuasa? Mari simak bersama selengkapnya di bawah ini.
30 Makanan Menyebabkan Asam Lambung Naik Saat Puasa Ramadan
Berikut daftar 30 makanan dan kebiasaan makan yang sebaiknya dihindari agar puasa tetap nyaman.
1. Gorengan
Makanan yang digoreng mengandung lemak tinggi yang sulit dicerna.
Lemak ini dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga memicu refluks asam, terutama saat berbuka.
2. Buah Asam
Jeruk, lemon, nanas, dan buah bercita rasa asam dapat meningkatkan produksi asam lambung dan menimbulkan rasa perih di perut.
3. Makanan Pedas
Cabai dan lada dapat mengiritasi dinding lambung.
Jika dikonsumsi berlebihan, makanan pedas mudah memicu asam lambung naik.
4. Cokelat
Cokelat mengandung lemak dan kafein yang dapat mengendurkan katup lambung (LES), sehingga asam mudah naik ke kerongkongan.
5. Daging Berlemak
Daging berlemak membutuhkan waktu lama untuk dicerna dan dapat merangsang produksi asam lambung berlebih.
6. Minuman Berkafein
Kopi, teh pekat, dan minuman energi dapat merangsang sekresi asam lambung serta melemahkan katup lambung.
7. Minuman Karbonasi
Soda dan minuman berkarbonasi meningkatkan tekanan di dalam perut dan memperparah refluks asam.
8. Makan dalam Porsi Besar
Makan berlebihan saat berbuka membuat perut meregang dan menekan katup lambung, sehingga asam mudah naik.
9. Makanan Bersantan
Santapan bersantan kental seperti gulai dan opor mengandung lemak tinggi yang memicu naiknya asam lambung.
10. Makanan Cepat Saji
Fast food umumnya tinggi lemak, garam, dan pengawet yang tidak ramah bagi lambung.
11. Sambal Berlebihan
Meski menggugah selera, sambal yang terlalu pedas dapat menyebabkan iritasi lambung.
12. Makanan Asam Buatan
Acar, asinan, dan makanan yang diawetkan dengan cuka dapat meningkatkan keasaman lambung.
13. Tomat dan Olahannya
Tomat mengandung asam sitrat yang bisa memicu refluks, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
14. Bawang Mentah
Bawang merah atau bawang putih mentah dapat menyebabkan iritasi lambung dan kembung.
15. Keju Tinggi Lemak
Keju full cream mengandung lemak tinggi yang memperlambat pencernaan.
16. Susu Full Cream
Susu tinggi lemak dapat memperparah gejala asam lambung pada sebagian orang.
17. Kue Manis Berlebihan
Kue dengan gula tinggi dan mentega berlebih dapat memicu produksi asam lambung.
18. Makanan Terlalu Asin
Garam berlebih dapat memperburuk iritasi lambung dan memperlambat pencernaan.
19. Makanan Olahan
Sosis, nugget, dan makanan kemasan mengandung lemak dan bahan tambahan yang kurang baik untuk lambung.
20. Minuman Dingin Berlebihan
Minuman terlalu dingin dapat menyebabkan kontraksi lambung dan memicu rasa tidak nyaman.
21. Makanan Berlemak Saat Sahur
Mengonsumsi makanan berat dan berlemak saat sahur membuat lambung bekerja lebih keras sepanjang hari.
22. Makan Terlalu Cepat
Makan tergesa-gesa membuat udara masuk ke lambung dan memicu kembung serta asam lambung naik.
23. Tidur Setelah Makan
Langsung berbaring setelah sahur atau berbuka memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.
24. Minuman Cokelat
Selain cokelat batangan, minuman cokelat juga mengandung kafein dan lemak.
25. Teh Pekat
Teh yang diseduh terlalu kental mengandung kafein tinggi yang bisa memicu mulas.
26. Tape dan Makanan Fermentasi
Tape dan makanan fermentasi tertentu bisa meningkatkan asam lambung pada sebagian orang.
27. Krimer Non-Susu
Krimer mengandung lemak trans yang tidak baik untuk pencernaan.
28. Makanan Berbumbu Tajam
Bumbu yang terlalu kuat dapat mengiritasi lambung, terutama saat perut kosong.
29. Minuman Manis Berlebihan
Gula tinggi dapat memperlambat pengosongan lambung dan memicu refluks.
30. Kebiasaan Melewatkan Sahur
Perut kosong terlalu lama dapat membuat asam lambung naik saat berbuka karena produksi asam yang tidak terkontrol.
5 Tips Agar Terhindar dari Nyeri Perut Saat Puasa
Nyeri perut saat puasa kerap muncul akibat pola makan yang kurang tepat saat sahur maupun berbuka.
Agar ibadah puasa tetap nyaman dan lancar, berikut 5 tips sederhana yang bisa diterapkan untuk mencegah nyeri perut.
Jangan Langsung Makan Berat Saat Berbuka
Awali berbuka dengan air putih, kurma, atau buah yang lembut. Memberi jeda sebelum makan besar membantu lambung beradaptasi setelah kosong seharian.
Hindari Makanan Pemicu Asam Lambung
Batasi gorengan, makanan pedas, asam, dan berlemak tinggi saat sahur maupun berbuka. Jenis makanan ini bisa memicu iritasi lambung dan menyebabkan nyeri perut.
Makan Perlahan dan Porsi Secukupnya
Makan terlalu cepat atau berlebihan dapat membuat perut kembung dan menekan lambung. Kunyah makanan dengan baik agar pencernaan lebih ringan.
Cukupi Kebutuhan Cairan
Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih secara bertahap dari berbuka hingga sahur. Kurang cairan bisa memperparah gangguan pencernaan.
Hindari Berbaring Setelah Makan
Beri jarak minimal 2-3 jam sebelum tidur setelah sahur atau berbuka. Posisi berbaring terlalu cepat dapat memicu naiknya asam lambung dan nyeri perut.
