4 Jenis Obat Cacing yang Teruji Ahli Farmasi, Lengkap Beserta Dosis dan Cara Kerjanya!
HAIJAKARTA.ID – Masyarakat sering mencari tahu mengenai pilihan obat cacing yang aman digunakan.
Terdapat 4 jenis obat cacing yang teruji ahli foarmasi.
Masing-masing bekerja dengan cara berbeda untuk membasmi parasit dalam tubuh.
4 Jenis Obat Cacing yang Teruji Ahli Farmasi
Deretan 4 jenis obat cacing yang sudah lulus uji menurut ahli farmasi, yaitu:
1. Albendazole & Mebendazole
Kedua obat ini bekerja dengan menghambat pembentukan mikrotubulus pada sel cacing sehingga tidak mampu menyerap glukosa. Akibatnya, cacing kehilangan energi, lumpuh, lalu mati.
2. Pirantel Pamoat
Obat ini melumpuhkan otot cacing dengan menstimulasi reseptor asetilkolin. Dampaknya, cacing terlepas dari dinding usus dan keluar bersama feses.
3. Piperazin
Piperazin menghambat transmisi neuromuskular pada cacing gelang sehingga menyebabkan kelumpuhan total.
4. Praziquantel (khusus cacing pita & trematoda)
Cara kerjanya meningkatkan permeabilitas membran sel terhadap ion kalsium, membuat cacing mengalami kontraksi hingga mati.
Dosis Obat Cacing Sesuai Rekomendasi Ahli
Prof. Zullies, seorang pakar farmasi, menjelaskan bahwa obat cacing tidak mengeluarkan cacing hidup. Menurutnya, “Cacing akan lumpuh atau mati, lalu terdorong keluar bersama feses.”
Dosis obat berbeda tergantung usia dan jenis:
Albendazole
Dewasa & anak > 2 tahun, 400 mg dosis tunggal. Anak 1–2 tahun, 200 mg dosis tunggal.
Mebendazole
Dewasa & anak > 2 tahun, 500 mg dosis tunggal, atau 100 mg dua kali sehari selama 3 hari.
Pirantel Pamoat
Dewasa & anak, 10 mg/kg berat badan dosis tunggal. Maksimal 1.000 mg.
Anjuran WHO dan Kemenkes RI
Zullies menambahkan, WHO dan Kemenkes RI merekomendasikan konsumsi obat cacing tiap enam bulan sekali, terutama di daerah endemis. Hal ini penting untuk mencegah infeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah (soil-transmitted helminthiasis).