4 Nabi yang Masih Hidup Sampai Sekarang Menurut Alquran, Masih Ada di Dunia?
HAIJAKARTA.ID- 4 Nabi yang masih hidup sampai sekarang menurut Alquran, benarkah masih ada di dunia?
Kisah para nabi merupakan bagian penting dalam ajaran Islam yang sarat hikmah dan nilai keimanan.
Selain mengajarkan tauhid, cerita para nabi juga membuka ruang diskusi keilmuan yang terus berkembang dari masa ke masa.
Salah satu topik yang kerap menarik perhatian umat Islam adalah pembahasan mengenai empat nabi yang diyakini masih hidup hingga saat ini.
Dalam sejumlah literatur Islam klasik maupun kontemporer, disebutkan bahwa ada nabi yang tidak mengalami wafat sebagaimana manusia pada umumnya.
Sebagian ulama meyakini mereka masih hidup, baik di bumi maupun di langit, sementara ulama lain berpendapat bahwa mereka telah wafat, namun dengan mekanisme yang berbeda dari kebanyakan manusia.
Pandangan ini di antaranya disebutkan dalam buku Lentera Kematian karya Hakim Muda Harahap, kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qurthubi, serta sejumlah riwayat hadis yang membahas peristiwa akhir zaman dan Isra Mikraj.
Meski demikian, para ulama sepakat bahwa persoalan ini termasuk wilayah ijtihad dan tidak berkaitan langsung dengan rukun iman.
4 Nabi yang Masih Hidup Sampai Sekarang Menurut Alquran
Berikut ini kisah empat nabi yang sering disebut masih hidup hingga sekarang:
1. Nabi Isa AS
Nabi Isa AS, putra Maryam, merupakan nabi yang paling banyak dibahas terkait keyakinan masih hidup hingga kini.
Dalam Islam, Nabi Isa AS diyakini tidak disalib dan tidak dibunuh, melainkan diangkat oleh Allah SWT ke langit.
Hal ini ditegaskan dalam QS An-Nisa ayat 157–158, yang menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi tidak berhasil membunuh maupun menyalib Nabi Isa AS.
Melainkan Allah menyerupakan sosok lain dengan beliau, lalu mengangkat Nabi Isa ke hadirat-Nya. Penjelasan serupa juga terdapat dalam QS Ali Imran ayat 55.
Perbedaan pendapat ulama muncul pada makna kata mutawaffika. Menurut sebagian mufasir, seperti Ibnu Katsir, makna tersebut tidak selalu berarti wafat secara hakiki, melainkan bisa dimaknai sebagai “diambil” atau “ditidurkan” sebelum diangkat ke langit.
Dengan penafsiran ini, Nabi Isa AS diyakini masih hidup dengan jasad dan ruh yang utuh.
Pendapat lain menyatakan bahwa Nabi Isa AS telah diwafatkan, tetapi jasadnya dilindungi dari penyiksaan dan ruhnya diangkat ke tempat yang tinggi.
Meski berbeda, kedua pandangan sepakat bahwa Nabi Isa AS dimuliakan Allah SWT dan akan memiliki peran penting menjelang hari kiamat, sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis tentang turunnya Nabi Isa untuk mengalahkan Dajjal.
Sumber rujukan:
- Al-Qur’an (QS Ali Imran: 55; QS An-Nisa: 157–158)
- Tafsir Ibnu Katsir
- Tafsir Al-Qurthubi
- Shahih Muslim dan Sunan At-Tirmidzi (bab tanda-tanda kiamat)
2. Nabi Idris AS
Nabi Idris AS dikenal sebagai nabi yang memiliki kedudukan istimewa dalam hal ilmu pengetahuan dan peradaban.
Dalam banyak riwayat, beliau disebut sebagai orang pertama yang mengenal tulis-menulis, ilmu hisab, menjahit pakaian, serta pembuatan alat perang.
Keyakinan bahwa Nabi Idris AS masih hidup didasarkan pada QS Maryam ayat 57, yang menyatakan bahwa Allah SWT mengangkatnya ke tempat yang tinggi.
Sebagian ulama menafsirkan ayat ini sebagai pengangkatan Nabi Idris AS ke langit dengan jasad dan ruhnya, bukan sekadar pengangkatan derajat.
Pandangan ini diperkuat oleh hadis riwayat Anas bin Malik yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bertemu Nabi Idris AS di langit keempat saat peristiwa Isra Mikraj.
Karena Isra Mikraj terjadi dengan jasad dan ruh, pertemuan tersebut dipahami sebagai pertemuan nyata, bukan sekadar penglihatan spiritual.
Namun, ada pula ulama yang menafsirkan pengangkatan Nabi Idris AS sebagai pengangkatan derajat dan kemuliaan, bukan secara fisik.
Meski demikian, pendapat bahwa beliau masih hidup tetap dikenal luas dalam literatur Islam.
Sumber rujukan:
- Al-Qur’an (QS Maryam: 57)
- Shahih Bukhari dan Shahih Muslim (hadis Isra Mikraj)
- Tafsir Ath-Thabari
- Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir
3. Nabi Khidir AS
Nabi Khidir AS merupakan sosok yang paling misterius dalam sejarah kenabian. Kisahnya dikenal luas melalui pertemuannya dengan Nabi Musa AS dalam QS Al-Kahfi ayat 60–82.
Dalam ayat-ayat tersebut, disebutkan seorang hamba Allah yang diberi ilmu khusus langsung dari sisi-Nya.
Sebagian besar ulama tafsir, seperti Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi, berpendapat bahwa sosok tersebut adalah Nabi Khidir AS, meskipun namanya tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an.
Dari sinilah muncul perdebatan mengenai status dan keberadaan Nabi Khidir AS, apakah beliau seorang nabi atau wali, serta apakah masih hidup hingga kini.
Banyak riwayat menyebutkan bahwa Nabi Khidir AS masih hidup dan sesekali muncul untuk memberi pelajaran kepada hamba-hamba Allah yang dikehendaki-Nya.
Namun, sebagian ulama hadis menilai riwayat-riwayat tersebut lemah dan tidak bisa dijadikan dasar akidah.
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa setiap nabi yang hidup di masa Rasulullah SAW wajib mengikuti syariat beliau.
Karena tidak ada riwayat sahih yang menyebut Nabi Khidir AS bertemu Rasulullah SAW, sebagian ulama menyimpulkan bahwa beliau telah wafat.
Sumber rujukan:
- Al-Qur’an (QS Al-Kahfi: 60–82)
- Tafsir Ibnu Katsir
- Tafsir Al-Qurthubi
- Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
4. Nabi Ilyas AS
Nabi Ilyas AS diutus untuk berdakwah kepada Bani Israil yang menyembah berhala Baal, khususnya di wilayah Baalbek (kini Lebanon). Kisah dakwahnya disebutkan dalam QS Ash-Shaffat ayat 123–132.
Dalam beberapa kitab sejarah Islam, disebutkan bahwa Nabi Ilyas AS tidak wafat sebagaimana manusia biasa.
Dikisahkan bahwa beliau memohon kepada Allah SWT agar tetap diberi kesempatan hidup untuk terus berzikir dan beribadah. Allah SWT kemudian mengabulkan permintaan tersebut.
Sebagian ulama meyakini Nabi Ilyas AS masih hidup dan kerap dikaitkan dengan Nabi Khidir AS dalam berbagai kisah hikmah.
Namun, sebagaimana kisah Nabi Khidir, banyak riwayat tentang keberadaan Nabi Ilyas AS dinilai lemah oleh ahli hadis.
Sumber rujukan:
- Al-Qur’an (QS Ash-Shaffat: 123–132)
- Qashash Al-Anbiya karya Ibnu Katsir
- Khidir AS Nabi Misterius karya Mahmud Asy-Syafrowi
- Al-Isabah fi Tamyiz Ash-Shahabah
