sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- 5 Kisah Nabi Ulul Azmi dan Mukjizatnya, sebuah gelar kehormatan yang mencerminkan keteguhan hati, kesabaran luar biasa, serta kekuatan iman dalam menghadapi ujian dakwah yang sangat berat.

Istilah Ulul Azmi berasal dari bahasa Arab yang berarti pemilik keteguhan dan ketetapan hati.

Gelar ini tidak diberikan kepada semua rasul, melainkan hanya kepada mereka yang menghadapi tantangan paling berat, baik berupa penolakan, ancaman, kekerasan, maupun penderitaan dalam jangka waktu yang panjang.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyinggung secara khusus tentang rasul-rasul Ulul Azmi dalam Surah Al-Ahqaf ayat 35, yang menegaskan pentingnya kesabaran dalam menjalankan risalah Ilahi.

5 Kisah Nabi Ulul Azmi Dan Mukjizatnya

Adapun lima rasul yang mendapat gelar Ulul Azmi adalah Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW.

Masing-masing dari mereka memiliki kisah perjuangan yang sarat dengan pelajaran hidup serta mukjizat sebagai bukti pertolongan Allah SWT.

1. Nabi Nuh AS

Nabi Nuh AS dikenal sebagai rasul yang berdakwah paling lama, yakni ratusan hingga hampir seribu tahun.

Namun, dalam rentang waktu yang panjang tersebut, hanya sedikit kaumnya yang menerima ajakan tauhid.

Ia justru menghadapi ejekan, cemoohan, dan penolakan yang terus-menerus. Sebagai bentuk pertolongan Allah, Nabi Nuh diperintahkan untuk membangun sebuah bahtera besar.

Kapal tersebut menjadi sarana keselamatan bagi orang-orang beriman dari banjir besar yang menenggelamkan kaum yang ingkar.

Mukjizat ini menunjukkan bahwa pertolongan Allah datang pada waktu yang paling tepat bagi hamba-Nya yang sabar.

2. Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai pelopor tauhid yang berani menentang praktik penyembahan berhala, termasuk berhadapan langsung dengan Raja Namrud yang zalim.

Ketika menghancurkan berhala-berhala kaumnya, Nabi Ibrahim dijatuhi hukuman dibakar hidup-hidup.

Namun, atas izin Allah SWT, api yang menyala justru menjadi dingin dan tidak membahayakan dirinya. Mukjizat ini menjadi simbol bahwa kekuasaan Allah berada di atas segala bentuk kekuatan duniawi.

3. Nabi Musa AS

Nabi Musa AS diutus untuk menyelamatkan Bani Israil dari penindasan Fir’aun yang mengaku sebagai tuhan.

Dalam misinya, Nabi Musa dianugerahi berbagai mukjizat, seperti tongkat yang berubah menjadi ular, tangan yang bercahaya, serta kemampuan membelah Laut Merah.

Mukjizat-mukjizat tersebut tidak hanya menjadi bukti kerasulan, tetapi juga sarana untuk meneguhkan keimanan Bani Israil dan menghancurkan kesombongan Fir’aun beserta bala tentaranya.

4. Nabi Isa AS

Nabi Isa AS diutus kepada Bani Israil dengan membawa ajaran penuh kasih sayang.

Sejak bayi, beliau sudah mampu berbicara untuk membela ibunya, Maryam, dari tuduhan keji.

Dengan izin Allah, Nabi Isa dapat menyembuhkan orang sakit, membuat burung dari tanah liat, bahkan menghidupkan orang mati.

Mukjizat-mukjizat ini menunjukkan kekuasaan Allah SWT serta menjadi bukti kebenaran risalah yang dibawa Nabi Isa AS.

5. Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW merupakan penutup para nabi dan rasul. Mukjizat terbesarnya adalah Al-Qur’an, kitab suci yang keasliannya terjaga hingga akhir zaman dan menjadi pedoman hidup umat manusia.

Selain itu, Rasulullah juga mengalami peristiwa Isra Mi’raj, menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT.

Mukjizat lain yang diriwayatkan dalam hadis sahih antara lain air yang mengalir dari jari-jemarinya serta makanan yang bertambah banyak saat didoakan.

Kisah para rasul Ulul Azmi mengandung nilai-nilai universal yang relevan hingga kini, seperti kesabaran dalam menghadapi ujian,

Keberanian membela kebenaran, keikhlasan dalam berjuang, serta keyakinan penuh kepada pertolongan Allah SWT.

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun berbangsa.