Seorang Pria Doakan Dirut Pertamina Saat Umrah Viral di Medsos, Netizen: Gue Juga Mau Jadi Saksi di Akhirat

HAIJAKARTA. ID – Viral diberitakan seorang pria doakan Dirut Pertamina saat Umrah.
Pria yang tengah menjalankan ibadah umrah ini menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Dalam video tersebut, pria yang mengenakan pakaian ihram ini mengungkapkan kemarahannya terhadap dugaan korupsi di tubuh Pertamina, khususnya terkait pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menjadi Pertamax.
Pria Doakan Dirut Pertamina Saat Umrah
Video ini pertama kali diunggah oleh akun TikTok @anggiarf dan telah menyebar luas di berbagai platform.
Dalam rekaman tersebut, pria ini dengan lantang mendoakan agar Direktur Utama Pertamina dan keluarganya mengalami nasib buruk akibat perbuatannya.
Ia merasa kecewa karena masyarakat harus membayar lebih untuk BBM berkualitas, namun ternyata mendapatkan produk oplosan yang merugikan.
Aksi ini dilakukan tepat di depan Ka’bah, menambah kehebohan di kalangan netizen.
Reaksi Netizen
Reaksi netizen pun beragam. Beberapa mendukung aksi pria tersebut sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan, sementara yang lain mengingatkan agar doa di tempat suci sebaiknya berisi kebaikan.
“Aamiin. Saya aminkan, Bang. Saya juga ingin menjadi saksi di akhirat,” ucap @sulthan_al___fatih
“Sempat ya, di depan Ka’bah masih memikirkan orang lain. Bukannya lebih baik mendoakan amalanmu sendiri yang belum tentu juga diterima Allah?”, timpal @moniqech
Dugaan Oplosan Pertalite ke Pertamax
Kasus ini mencuat setelah Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah dan produk kilang.
Modus operandi yang digunakan adalah membeli Pertalite, kemudian mengoplosnya menjadi Pertamax, namun dijual dengan harga Pertamax.
Praktik ini diduga merugikan negara hingga Rp193,7 triliun.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM menyatakan akan melakukan audit menyeluruh terhadap tata kelola minyak dan gas di Pertamina.
Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap BUMN tersebut dan memastikan kualitas BBM sesuai standar.