sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Ratusan santri keracunan MBG di Grobogan menggegerkan Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Insiden ini terjadi setelah para santri menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat jam makan siang, Jumat (9/1/2026).

Diketahui, gejala keracunan mulai dirasakan para santri pada sore hingga malam hari.

Berdasarkan data pondok pesantren, ada 55 santriwati yang harus menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan akibat dugaan keracunan makanan.

Selain santri, 7 guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa, meski hanya 2 orang yang akhirnya dirujuk ke fasilitas medis.

Gejala Muncul Berjam-jam Usai Santap MBG

Pengurus Yayasan Ponpes Miftahul Huda, Fuad Abdillah, menjelaskan para santri mulai menunjukkan gejala keracunan beberapa jam setelah menyantap MBG saat jam makan siang.

Ia menyebut, program MBG baru berjalan sekitar dua bulan terakhir di lingkungan pesantren tersebut.

“Baru dua bulan ini kami terima MBG dari SPPG di Desa Kuwaron, Gubug. Biasanya ya baik-baik saja dan baru kali ini keracunan makanan,” terang Fuad, Sabtu (10/1/2026) malam.

Fuad merinci sejumlah keluhan yang dialami para santri.

“Lemas, pusing, perut mual, muntah, diare dan demam,” kata Fuad.

Dari total 1.260 santri yang mengonsumsi MBG, seluruh pasien yang menjalani perawatan merupakan santriwati.

“Iya gejalanya keracunan makanan. Kalau MBG murid kami yang makan jumlahnya 1.260 orang,” ujar Fuad.

Puluhan Santriwati Dirawat, IGD Rumah Sakit Dipadati Pasien

Pantauan di lapangan menunjukkan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ki Ageng Getas Pendowo dipenuhi santriwati Ponpes Miftahul Huda sejak Sabtu petang sekitar pukul 18.00.

Sebagian pasien harus menjalani rawat inap akibat kondisi yang cukup lemah.

“Total 33 santriwati rawat inap di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo, 11 santriwati dirawat di Puskesmas Kedungjati, 11 santriwati RSUD Purwodadi, dan 8 santriwati dirawat di UKS Ponpes,” ungkap Fuad.

Salah satu korban, Fauzitul Inayah (16), siswi kelas 2 SMK Miftahul Huda, mengaku mengalami pusing dan mual beberapa jam setelah menyantap MBG.

Diketahui, pada hari Jumat MBG yang disajikan ke Ponpes Miftahul Huda berupa nasi kuning, abon, dan telur dadar.

Ia terlihat lemas terbaring di ranjang IGD RSUD Ki Ageng Getas Pendowo.

“Sehabis Magrib mulai banyak murid yang alami sakit seperti saya. Kami makan MBG nasi kuning, abon dan dadar dicacah,” tutur gadis berhijab asal Ungaran ini.