sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Jawaban apa nama desain tutup botol yang harus ditekan terlebih dahulu lalu kemudian diputar agar dapat dibuka belakangan banyak dicari warganet.

Pertanyaan ini kerap muncul karena masih banyak orang kesulitan membuka tutup botol tertentu, terutama pada produk obat-obatan dan cairan kimia.

Tutup botol yang tidak bisa langsung diputar tersebut ternyata memiliki nama khusus dan dirancang dengan standar keamanan tinggi.

Mengenal Child-Resistant Cap (CRC)

Desain tutup botol yang harus ditekan terlebih dahulu lalu kemudian diputar agar dapat dibuka dikenal dengan istilah Child-Resistant Cap (CRC) atau tutup pengaman anak.

Tutup ini dirancang agar tidak mudah dibuka oleh anak-anak, tetapi tetap bisa digunakan oleh orang dewasa dengan gerakan yang tepat.

CRC umumnya digunakan pada botol obat, cairan kimia rumah tangga, serta produk lain yang berpotensi berbahaya jika dikonsumsi anak-anak.

Jenis Push-Down & Turn Cap (PDT)

Salah satu tipe CRC yang paling umum adalah Push-Down & Turn Cap (PDT). Mekanisme ini mengharuskan pengguna melakukan dua gerakan sekaligus.

Pengguna harus menekan tutup botol ke bawah untuk melepaskan pengunci internal, lalu memutarnya—biasanya ke arah kiri—agar botol dapat terbuka.

Desain ini membuat tutup botol tidak bisa dibuka hanya dengan satu gerakan sederhana.

“Tutup jenis ini memang sengaja dirancang membutuhkan dua gerakan sekaligus agar aman dari jangkauan anak-anak,” demikian penjelasan dalam sumber desain kemasan.

Cara Kerja Tutup Botol Pengaman Anak

Secara umum, cara membuka tutup botol CRC adalah sebagai berikut:

  • Tekan tutup botol ke bawah
  • Putar tutup sambil tetap ditekan
  • Botol akan terbuka setelah pengunci internal terlepas
  • Sebaliknya, jika hanya diputar tanpa ditekan, tutup botol tidak akan terbuka.

Fungsi Keamanan Tutup Botol CRC

Desain tutup botol pengaman ini dibuat untuk meminimalkan risiko keracunan pada anak-anak. Karena memerlukan koordinasi tangan dan tenaga tertentu, anak kecil umumnya tidak mampu membukanya.

“Tujuan utama CRC adalah mencegah anak-anak mengakses isi botol yang berbahaya,” dijelaskan dalam sumber kemasan produk.

Jenis-Jenis Tutup Botol Lainnya

Selain CRC, terdapat berbagai jenis tutup botol yang digunakan pada produk sehari-hari, di antaranya:

Screw Cap (Tutup Sekrup)

Tutup berulir yang diputar untuk membuka dan menutup, paling umum digunakan.

Crown Cap

Tutup logam yang dijepit, sering digunakan pada minuman berkarbonasi.

Flip-Top / Swing-Top

Tutup dengan engsel yang bisa dibuka-tutup dengan satu tangan.

Push-Pull Cap

Tutup yang ditarik untuk membuka dan ditekan untuk menutup, umum pada botol minuman olahraga.

Dispensing / Disc-Top Cap

Tutup dengan lubang keluaran terkontrol, sering digunakan pada kosmetik dan saus.

Snap-On Cap

Tutup tekan tanpa ulir, banyak dipakai pada botol kecil.

Tamper-Evident Cap

Tutup dengan segel pengaman yang rusak saat pertama dibuka.

Cork & Glass Stopper

Gabus atau stopper kaca pada botol minuman premium.

Induction / Foil Seal

Lapisan foil yang disegel panas untuk menjaga produk tetap steril.

Jadi, jawaban apa nama desain tutup botol yang harus ditekan terlebih dahulu lalu kemudian diputar agar dapat dibuka adalah Child-Resistant Cap (CRC), khususnya tipe Push-Down & Turn Cap (PDT).

Desain ini bukan sekadar menyulitkan, tetapi dibuat untuk melindungi anak-anak dari risiko bahaya akibat produk beracun atau obat-obatan.