HAIJAKARTA.ID – Banyak umat Muslim mempertanyakan apakah puasa tetap sah jika tidak sahur, terutama saat Ramadhan ketika seseorang tertidur atau tidak sempat makan sahur.
Dalam ajaran Islam, sahur bukanlah syarat sah puasa, melainkan amalan sunnah yang sangat dianjurkan karena mengandung banyak keberkahan.
Rasulullah SAW secara tegas menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan sahur.
“Makan sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air,” demikian sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban.
Dari hadis tersebut, para ulama menegaskan bahwa apakah puasa tetap sah jika tidak sahur, jawabannya adalah sah.
Namun, umat Islam akan kehilangan keutamaan dan keberkahan yang besar jika melewatkannya.
Apakah Puasa Tetap Sah Jika Tidak Sahur?
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 187:
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam.”
Ayat ini menunjukkan bahwa sahur adalah waktu makan terakhir sebelum puasa dimulai, tetapi tidak disebut sebagai syarat wajib sahnya puasa.
Artinya, apakah puasa tetap sah jika tidak sahur, tetap sah selama memenuhi rukun puasa lainnya.
Pendapat Ulama tentang Puasa Tanpa Sahur
Mazhab Syafi’i dan Hambali
Mazhab Syafi’i dan Hambali sepakat bahwa sahur hukumnya sunnah muakkadah.
Jika seseorang tidak sahur, puasanya tetap sah, namun ia kehilangan keberkahan. Ulama menilai sahur membantu menjaga stamina dan memperkuat niat ibadah.
Mazhab Hanafi
Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa apakah puasa tetap sah jika tidak sahur, hukumnya sah. Namun, sahur dianjurkan karena memiliki manfaat besar bagi fisik dan spiritual.
Mazhab Maliki
Mazhab Maliki juga menegaskan sahur bukan syarat sah puasa, tetapi sangat dianjurkan karena memiliki hikmah dalam menjaga kekuatan tubuh selama berpuasa.
Pendapat Ulama Kontemporer
Ulama kontemporer seperti Syaikh Ibnu Utsaimin menegaskan bahwa puasa tanpa sahur tetap sah.
Meski demikian, beliau menyarankan umat Islam untuk tidak meninggalkan sahur karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Keistimewaan Sahur di Bulan Ramadhan
Melansir NU Online, Rasulullah SAW bersabda, “Bersahurlah karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR Bukhari dan Muslim).
Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan bahwa keberkahan sahur mencakup dua hal, yakni kekuatan fisik di dunia dan pahala di akhirat.
Bahkan, terdapat hadis yang menyebutkan bahwa makanan sahur tidak dihisab selama halal.
“Ada tiga makanan yang tidak dihisab jika halal, yaitu makanan orang berbuka, makanan orang sahur, dan orang yang berjihad di jalan Allah,” sabda Rasulullah SAW (HR At-Thabrani).
5 Rekomendasi Menu Sahur Sehat Agar Tidak Lemas
Menyiapkan menu sahur yang tepat sangat penting agar tubuh tetap kuat dan tidak mudah lemas saat berpuasa seharian.
Makanan yang dikonsumsi saat sahur sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cairan yang cukup.
Berikut lima rekomendasi menu sahur sehat yang bisa menjadi pilihan:
1. Nasi putih secukupnya dengan lauk tempe atau tahu
Karbohidrat dari nasi memberikan energi utama bagi tubuh, sementara tempe dan tahu menjadi sumber protein nabati yang mudah dicerna dan membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.
2. Sup sayur bening dengan wortel dan kentang
Sup sayur bening mengandung banyak air sehingga membantu menjaga hidrasi tubuh.
Wortel dan kentang memberikan vitamin serta energi tambahan tanpa membuat perut terasa berat.
3. Telur dadar atau telur ceplok dengan minyak minimal
Telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang dapat membantu mempertahankan energi dan memperlambat rasa lapar selama berpuasa.
4. Buah pepaya atau apel
Buah-buahan ini kaya serat dan air, membantu melancarkan pencernaan serta mencegah gangguan lambung selama puasa.
5. Air putih dan segelas susu rendah lemak
Mengonsumsi air putih yang cukup saat sahur penting untuk mencegah dehidrasi.
Susu rendah lemak bisa menjadi tambahan nutrisi yang membantu menjaga stamina tubuh hingga waktu berbuka.

