sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Kisah Nabi Idris AS melihat surga dan neraka jadi salah satu pembelajaran yang luar biasa, ia dikenal sebagai sosok nabi yang saleh, tekun beribadah, serta memiliki keluasan ilmu.

Dalam berbagai riwayat dan literatur kisah para nabi, diceritakan bahwa beliau memperoleh keistimewaan luar biasa dari Allah SWT.

Ia diperkenankan melihat langsung gambaran surga dan neraka sebagai bentuk penguatan iman dan dakwah kepada umatnya.

Perjalanan spiritual itu ditemani oleh Malaikat Izrail, yang saat itu hadir bukan untuk mencabut nyawa, melainkan memenuhi permohonan Nabi Idris atas izin Allah SWT.

Menyaksikan Dahsyatnya Neraka, Iman Semakin Menguat

Dalam perjalanannya, Nabi Idris AS pertama kali diajak mendekati neraka. Pemandangan yang terlihat begitu mengerikan yaitu api berkobar tanpa henti, suara gemuruh menggetarkan, serta para penjaga neraka yang tampak amat menakutkan menjalankan tugas menyiksa orang-orang durhaka.

Begitu dahsyatnya suasana itu hingga Nabi Idris AS jatuh pingsan. Hatinya dipenuhi rasa takut akan azab Allah SWT.

Namun justru dari pengalaman inilah imannya semakin kokoh. Sekembalinya dari neraka, beliau semakin giat berdakwah, mengingatkan umatnya agar tidak menyimpang dari jalan kebenaran.

Keindahan Surga yang Membuat Terpesona

Usai menyaksikan neraka, Malaikat Izrail membawa Nabi Idris AS menuju surga. Berbeda dengan pengalaman sebelumnya.

Kali ini beliau hampir pingsan bukan karena takut, melainkan karena terpesona oleh keindahan yang luar biasa.

Surga digambarkan penuh sungai jernih bagaikan kaca, pepohonan yang indah, serta istana-istana megah bagi para penghuni surga.

Buah-buahan tampak segar dan harum di setiap penjuru. Para pelayan surga menyambut dengan penuh kelembutan, menambah suasana damai dan menenangkan.

Nabi Idris AS bahkan diperkenankan meminum air surga yang terasa sangat sejuk dan nikmat, sesuatu yang tak pernah beliau rasakan sebelumnya.

Diangkat ke Martabat yang Tinggi oleh Allah SWT

Setelah perjalanan itu, Nabi Idris AS sempat enggan kembali ke bumi karena terpikat oleh keindahan surga.

Namun Allah SWT menetapkan takdir mulia baginya. Dalam firman-Nya di dalam Al-Qur’an, Allah menjelaskan:

“Dan ceritakanlah Idris di dalam Kitab (Al-Qur’an). Sesungguhnya dia adalah orang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS Maryam: 56–57)

Sebagian ulama menafsirkan bahwa “martabat yang tinggi” tersebut berkaitan dengan peristiwa ketika Nabi Idris AS diangkat ke langit sebagai bentuk kemuliaan khusus dari Allah SWT.

Bertemu Rasulullah SAW Saat Isra Mi’raj

Dalam perjalanan Isra Mi’raj, Rasulullah SAW juga disebut bertemu dengan Nabi Idris AS di salah satu lapisan langit.

Peristiwa ini diriwayatkan dalam berbagai hadits sahih, salah satunya tercatat dalam Shahih Bukhari, yang menegaskan kedudukan mulia Nabi Idris di sisi Allah SWT.

Kisah Nabi Idris AS yang diperkenankan melihat surga dan neraka bukan sekadar cerita menakjubkan, melainkan sarat pelajaran iman.

Dari neraka, manusia diingatkan akan konsekuensi maksiat. Dari surga, umat diberi harapan tentang balasan indah bagi orang-orang yang taat.

Cerita ini terus diwariskan dalam berbagai sumber literatur Islam sebagai motivasi agar umat senantiasa menjaga keimanan, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi larangan Allah SWT.