sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Apakah gosok gigi membatalkan puasa? Begini hukumnya bagi umat Islam.

Selain menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari, umat Muslim juga dianjurkan menjaga kebersihan tubuh, termasuk kebersihan gigi dan mulut.

Namun, di tengah semangat menjaga kebersihan tersebut, muncul pertanyaan yang hampir selalu menjadi perbincangan setiap Ramadhan mengenai apakah menyikat gigi saat berpuasa dapat membatalkan puasa?

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, aktivitas menyikat gigi melibatkan air dan pasta gigi yang berpotensi tertelan tanpa disadari.

Karena itu, sebagian umat Muslim memilih menghindari sikat gigi di siang hari demi kehati-hatian dalam menjalankan ibadah puasa.

Padahal, sejumlah ulama, lembaga keagamaan, hingga pakar kesehatan telah memberikan penjelasan komprehensif terkait hukum dan praktik menyikat gigi selama Ramadhan.

Salah satu panduan ini juga disampaikan oleh Badan Amil Zakat Nasional yang mengingatkan bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari ajaran Islam, termasuk kebersihan mulut, selama tetap mematuhi aturan puasa.

Perbedaan Pendapat Mazhab, Namun Tetap Dalam Koridor Boleh

Dalam kajian fikih Islam, hukum menyikat gigi saat puasa memang memiliki beberapa perbedaan pendapat antarmazhab. Namun secara umum, aktivitas ini tidak membatalkan puasa selama tidak ada sesuatu yang masuk ke tenggorokan.

Beberapa pandangan mazhab yang sering dijadikan rujukan antara lain:

  • Mazhab Syafi’i dan Hanbali menilai menyikat gigi setelah waktu dzuhur hukumnya makruh. Artinya tidak berdosa dan tidak membatalkan puasa, tetapi sebaiknya dihindari untuk menjaga kesempurnaan ibadah.
  • Mazhab Hanafi dan Maliki memperbolehkan menyikat gigi kapan saja selama berpuasa, selama tidak ada air atau pasta yang tertelan.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan, bukan kesulitan, selama umat tetap menjaga kehati-hatian.

Ulama Klasik Tegaskan Yang Membatalkan Bukan Sikat Giginya

Ulama besar Islam, Imam Nawawi, dalam kitab monumental Al-Majmu’, menjelaskan bahwa yang membatalkan puasa bukan aktivitas membersihkan gigi, melainkan masuknya benda asing ke tenggorokan.

Beliau menegaskan, jika air, pasta gigi, atau serpihan siwak tertelan baik sengaja maupun tidak maka puasa bisa batal. Oleh karena itu, kehati-hatian menjadi kunci utama.

Pendekatan ini menegaskan bahwa menyikat gigi sendiri hukumnya boleh, selama tidak menimbulkan risiko masuknya zat ke dalam tubuh.

NU Online: Makruh Setelah Dzuhur, Tapi Tetap Sah

Panduan yang hampir serupa juga disampaikan oleh media keislaman NU Online yang merujuk pendapat ulama Syafi’iyah.

Menurut para ulama tersebut, menyikat gigi setelah matahari tergelincir atau setelah dzuhur memang hukumnya makruh.

Alasannya bukan karena membahayakan puasa, melainkan untuk menjaga keutamaan bau mulut orang berpuasa yang dalam hadis disebut lebih harum di sisi Allah dibandingkan aroma kasturi.

Namun perlu digarisbawahi, makruh tidak berarti haram dan tidak membatalkan puasa.

Jangan Abaikan Kebersihan Mulut Saat Ramadhan

Dari sisi medis, menjaga kebersihan gigi justru sangat penting selama puasa. Kondisi mulut kering akibat tidak minum seharian dapat mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut, plak gigi, radang gusi, hingga gigi berlubang.

Dokter gigi merekomendasikan:

  • Menyikat gigi setelah sahur
  • Menyikat gigi setelah berbuka puasa
  • Membersihkan lidah untuk mengurangi bakteri penyebab bau mulut
  • Berkumur secukupnya, tidak berlebihan

Langkah ini membantu menjaga kesehatan mulut sekaligus tetap aman dari risiko membatalkan puasa.

Berapa Kali Idealnya Sikat Gigi Saat Ramadhan?

Secara umum, standar kesehatan gigi tetap berlaku selama Ramadhan, yaitu:

  • Minimal dua kali sehari
  • Ideal setelah makan besar

Yakni setelah sahur dan setelah berbuka. Jika ingin menambah di pagi hari, pastikan dilakukan dengan sangat hati-hati dan tidak sampai tertelan air atau pasta gigi.

Menjaga Ibadah dan Kesehatan Secara Seimbang

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kedisiplinan, kebersihan, dan tanggung jawab terhadap kesehatan tubuh. Menjaga kebersihan gigi menjadi bagian dari upaya merawat amanah tubuh yang diberikan Allah SWT.

Dengan pemahaman yang tepat, umat Muslim tidak perlu lagi ragu atau khawatir berlebihan terkait menyikat gigi saat puasa.