Gajah Sumatera Terbunuh Mengenaskan di Riau: Kepala dan Gading Hilang
HAIJAKARTA.ID – DPR RI soroti kematian mengenaskan seekor gajah Sumatera di Kabupaten Pelalawan, Riau.
Seekor gajah dilindungi itu ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, sebagian kepala dan gadingnya hilang, diduga kuat akibat perburuan liar.
Gajah Sumatera Terbunuh Mengenaskan di Riau
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengecam keras peristiwa tersebut dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku hingga dijatuhi hukuman berat.
“Ini perbuatan yang sangat kejam. Kami sangat prihatin sekaligus mengecam keras terbunuhnya gajah Sumatera di Pelalawan.
Ini termasuk kejahatan serius terhadap satwa dilindungi dan harus ditelusuri sampai pelakunya tertangkap,” ujar Daniel Johan kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).
Ketua DPP PKB itu juga meminta aparat bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, kasus gajah Sumatera terbunuh ini tak lepas dari lemahnya pengawasan di lapangan, termasuk peran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan polisi kehutanan.
“Aparat wajib memberi tindakan tegas berdasarkan undang-undang, dengan hukuman berat. Ini terjadi karena lemahnya pengawasan, terutama dari BKSDA dan polisi kehutanan,” ucap Daniel.
Daniel menegaskan negara tidak boleh hanya bergerak setelah kejadian terjadi. Ia meminta pengawasan dilakukan secara rutin untuk mencegah perburuan satwa dilindungi.
“Kejadian seperti ini tidak boleh terus berulang. Negara harus lebih aktif melakukan pengawasan berkala, bukan sekadar bereaksi setelah ada korban,” katanya.
Ia juga mendorong penambahan personel polisi kehutanan guna meminimalkan kejadian serupa. Daniel menyebut Komisi IV DPR akan membahas kasus ini secara khusus bersama pihak terkait.
“Pemerintah perlu segera menambah jumlah personel Polhut dan memperketat pengawasan di kawasan konservasi serta wilayah rawan konflik dan perburuan,” tutur Daniel.
“Kami akan mengulas tindak lanjut perkara ini, mengevaluasi sistem pengawasan, dan memastikan langkah nyata agar peristiwa serupa tidak terulang,” sambungnya.
Pelaku Pembunuhan Gajah Sumatera
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memastikan gajah tersebut mati akibat dibunuh secara sengaja.
“Gajah liar itu tewas karena dibunuh. Ini ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Herry Heryawan saat menjawab pertanyaan mahasiswa dalam kuliah umum di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Pekanbaru, Jumat (6/2).
Temuan serupa juga disampaikan Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau, drh Rini Deswita. Ia mengungkap adanya serpihan proyektil bersarang di bagian belakang tengkorak gajah, yang menguatkan dugaan pembunuhan.
“Fragmen proyektil ditemukan di bagian belakang tengkorak kepala dan masih bersarang di sana,” ujar Rini Deswita.
Gajah tersebut ditemukan mati pada Senin (2/2) dengan kondisi mengenaskan. Sebagian kepala, mulai dari dahi, mata, hingga belalai, sudah hilang.
“Bagian kepala dari dahi, mata, sampai belalai tidak ada lagi,” ungkapnya.
Selain itu, kedua gading gajah juga raib. “Gadingnya turut hilang,” tambah Rini.
Kasus gajah Sumatera terbunuh ini kembali membuka persoalan serius soal perlindungan satwa liar di Indonesia.
Aparat kini terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan jaringan perburuan di balik peristiwa tersebut.

