sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Ziarah kubur sering kali menjadi momen hening untuk menundukkan hati dan mengingat akhir kehidupan. Di balik langkah kaki menuju makam, Islam mengajarkan doa-doa khusus yang sarat makna dan penuh harapan.

Karena itu, memahami bacaan doa ziarah kubur singkat dan lengkap menjadi penting agar ziarah tidak hanya bernuansa emosional, tetapi juga bernilai ibadah.

Dalil Anjuran Ziarah Kubur Rasulullah ﷺ bersabda:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ
فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ

Artinya: “Aku dahulu melarang kalian ziarah kubur, maka sekarang berziarahlah, karena ziarah kubur dapat mengingatkan kepada akhirat.” (HR. Muslim)

Hadits ini menjadi dasar bahwa ziarah kubur dianjurkan sebagai sarana mengingat kematian dan akhirat.

Bacaan Doa Ziarah Kubur Singkat dan Lengkap

Doa Ziarah Kubur Singkat

Dikutip dari buku Pintar Doa untuk Anak karya Abu Ezza menjelaskan mengenai doa dan adab saat ziarah kubur, terdapat doa ziarah kubur singkat sebagai berikut.

السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيار منَ الْمُؤْمِنِينَ والمُسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون تَسْأَلُ الله لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِية

Assalaamu’alaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas’alullaaha lanaa wa lakumul’aafiyah

Artinya: “Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua.” (HR Ibnu Majah)

Urutan Doa Ziarah Kubur

Adapun beberapa urutan doa ziarah kubur, diantaranya sebagai berikut:

1. Membaca Salam

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun

Artinya : “Assalamuallaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”

2. Membaca Istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi

Artinya : “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

3. Membaca Surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ
وَلَا الضَّالِّينَ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm, Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn, Ar-raḥmānir-raḥīm Māliki yaumid-dīn Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm Ṣirāṭallażīna an‘amta ‘alaihim Ghairil-maghḍūbi ‘alaihim Wa laḍ-ḍāllīn

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

4. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nass

Al-Ikhlas:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Qul huwallāhu aḥad Allāhuṣ-ṣamad Lam yalid wa lam yūlad Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad

Artinya: Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

Al-Falaq:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul a‘ūdzu birabbil-falaq Min syarri mā khalaq Wa min syarri ghāsiqin iżā waqab Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

Artinya: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya,
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
dan dari kejahatan para penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.

An- Nass:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
مَلِكِ النَّاسِ
إِلَٰهِ النَّاسِ
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Qul a‘ūdzu birabbin-nās Malikin-nās Ilāhin-nās Min syarril-waswāsil-khannās Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās Minal-jinnati wan-nās

Artinya: Aku berlindung kepada Tuhan manusia,
Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.

5. Membaca Kalimat Tahlil

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ

Laailaaha Illallah

Artinya : “Tiada Tuhan selain Allah.”

6. Membaca Doa Ziarah Kubur

مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

“Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR Muslim)

Tips Membaca Doa Ziarah Kubur agar Lebih Tepat dan Bermakna

Adapun beberapa tips membaca doa ziarah kubur agar lebih teap dan bermakna, diantaranya sebagai berikut:

1. Pilih bacaan sesuai kondisi

Kalau ziarahnya singkat atau ramai, cukup gunakan doa ziarah kubur yang pendek. Kalau waktunya lebih tenang, boleh membaca doa yang lebih lengkap disertai Al-Fatihah dan surat pendek.

2. Dahulukan salam kepada ahli kubur

Salam adalah adab utama ziarah. Jangan langsung berdoa tanpa salam, karena Rasulullah ﷺ selalu memulai ziarah kubur dengan salam.

3. Fokus mendoakan, bukan sekadar melafalkan

Doa ziarah kubur bukan hanya bacaan, tapi bentuk kasih sayang kepada yang telah wafat. Usahakan membaca dengan sadar dan penuh pengharapan kepada Allah.

4. Tidak perlu suara keras atau berlebihan

Membaca doa cukup dengan suara pelan. Ziarah kubur adalah momen tenang dan reflektif, bukan ajang pamer bacaan.

5. Akhiri dengan doa untuk diri sendiri

Setelah mendoakan ahli kubur, dianjurkan juga berdoa agar diri kita diberi husnul khatimah dan dijauhkan dari siksa kubur.