Viral Guru SDN di Jember Diduga Telanjangi Siswa Saat Cari Uang Rp 200 Ribu yang Hilang, Wali Murid Protes Keras
HAIJAKARTA.ID – Viral guru SDN Jelbuk 02 berinisial FT menjadi sorotan setelah disuga menelanjangi siswa kelas V demi mencari uang yang diduga hilang. Insiden yang terjadi di Kecamatan Jelbuk itu memicu kemarahan wali murid.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, diketahui guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu mengaku kehilangan uang Rp 75 ribu dalam lembaran baru, sebelumnya pada Senin (2/2/2026) ia mengaku kehilangan uang sebesar Rp 200 ribu.
Karena merasa curiga, FT memanggil 22 siswa di kelasnya dan memeriksa tas mereka satu per satu. Namun, setlah uapaya tersebut dilakukan uang yang dicari belum ditemukan. Kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB tindakan pemeriksaan berlanjut dengan penggeledahan tubuh pada siswa.
Siswa laki-laki diminta melepas seluruh pakaian hingga tanpa busana. Sementara siswa perempuan diperintahkan membuka pakaian dan hanya mengenakan pakaian dalam berupa singlet dan celana dalam.
Guru SDN di Jember Diduga Telanjangi Siswa Saat Cari Uang Rp 200 Ribu Wali Murid Protes, Siswa Alami Trauma
Tindakan tersebut memicu kecurigaan orang tua karena anak-anak mereka belum pulang hingga siang hari. Para wali murid kemudian mendatangi sekolah dan mendobrak pintu kelas V yang dalam kondisi tertutup rapat.
“Karena sampai Jumat siang anak-anak tidak pulang, wali murid datang mengecek. Kami mendapat laporan dari siswa kelas VI yang melihat kejadian itu,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (9/2/2026).
Dampak dari insiden tersebut cukup serius, banyak siswa dilaporkan mengalami trauma. Pada Sabtu (7/2/2026), hanya 6 siswa yang masuk sekolah karena dipanggil guru, sementara puluhan lainnya memilih tidak hadir karena merasa takut.
Para wali murid sempat berencana mengajukan petisi kepada Dinas Pendidikan Jember agar oknum guru tersebut diberhentikan. Namun, Dinas Pendidikan telah melakukan mediasi pada Minggu (8/2/2026).
Wali murid juga mengungkapkan adanya permintaan untuk menandatangani surat agar tidak berbicara kepada media selama proses penanganan berlangsung.
“Sudah ditangani Diknas. Kami diminta tanda tangan untuk tidak bicara, kalau saya ngomong nanti saya yang kena,” ungkap narasumber tersebut.
Pihak Sekolah Serahkan Kasus Ke Dinas Pendidikan
Plt Kepala SDN Jelbuk 02, Arif Rahman, tidak memberikan penjelasan rinci saat dimintai keterangan.
Ia menyatakan bahwa penanganan kasus sepenuhnya berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Jember.
“Saya serahkan semua ke Diknas, silakan konfirmasi ke sana,” paparnya.
Saat ini, kasus tersebut telah ditangani dinas terkait dan masih dalam proses lebih lanjut.

