ASN Jalani Pendidikan Militer Mulai April 2026, Jenjang Usia 18-35 Tahun
HAIJAKARTA.ID – Program penguatan pertahanan nasional kembali bergulir.
Sebanyak 4.000 aparatur sipil negara (ASN) jalani pendidikan militer melalui program Pendidikan Dasar Komponen Cadangan (Komcad) yang dijadwalkan dimulai pada April 2026.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyampaikan, pelatihan tersebut diperkirakan mulai berjalan pada akhir bulan depan.
“Kalau sesuai rencana, kemungkinan besar akan dimulai sekitar April. Bisa jadi di penghujung bulan depan,” ujar Donny saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, ribuan ASN yang mengikuti program ini akan direkrut dari seluruh kementerian dan lembaga.
Nantinya, masing-masing instansi diminta mengajukan nama pegawai yang akan diseleksi Kemhan.
“Nama-nama itu akan kami saring terlebih dahulu. Kalau memenuhi kriteria, baru bisa ikut program pelatihan,” ungkapnya.
ASN Jalani Pendidikan Militer Selama Dua Bulan
Donny menambahkan, para peserta Komcad akan menjalani pelatihan selama kurang lebih dua bulan.
Meski demikian, ia memastikan program tersebut tidak akan mengganggu tugas pokok para ASN.
Menurutnya, setelah menyelesaikan pendidikan militer, seluruh peserta akan kembali menjalankan pekerjaan masing-masing di instansi asal.
“Pelatihannya hanya sekitar dua bulan. Setelah itu mereka kembali bertugas seperti biasa sebagai ASN. Jadi tidak ada benturan dengan kewajiban kerja,” jelas Donny.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga menyampaikan bahwa peserta program tahap awal berasal dari ASN kementerian dan lembaga yang berada di Jakarta, dengan rentang usia 18 hingga 35 tahun.
“Pada semester pertama 2026, kita mulai dari kementerian di Jakarta. Jumlahnya sekitar 4.000 orang,” kata Sjafrie.
Kementerian Pertahanan menyatakan telah meminta 49 kementerian dan lembaga untuk mengusulkan nama ASN yang akan mengikuti pendidikan Komcad.
Program ini menjadi tahap awal menuju target jangka panjang agar seluruh ASN memiliki kemampuan dasar pertahanan negara.
Donny menegaskan, pemerintah berharap ke depan semakin banyak ASN yang tergabung dalam Komponen Cadangan.
“Target kami sebenarnya semua ASN bisa menjadi Komcad. Namun tahap awal ini dimulai dengan 4.000 orang dari 49 kementerian dan lembaga yang sudah kami minta datanya,” ujarnya.
Ia kembali menekankan bahwa proses seleksi tetap dilakukan sebelum pelatihan dimulai.
“Nantinya usulan dari tiap kementerian akan kami evaluasi dulu. Setelah lolos seleksi, barulah mereka mengikuti pendidikan Komcad selama sekitar dua bulan,” tandas Donny.
Dengan program ini, ASN jalani pendidikan militer sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan semesta sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan sumber daya manusia pemerintahan.

