Video Selebgram Asal Makassar Hirup Whip Pink Bocor di Medsos, Netizen: Menuju Indonesia Cemas
HAIJAKARTA.ID – Kasus selebgram asal Makassar hirup Whip Pink viral di media sosial usai beredar video dua kreator konten diduga menghirup gas nitrous oxide (N₂O) dari tabung Whip Pink hingga terlihat sempoyongan.
Aksi tersebut kini menjadi perhatian aparat kepolisian.
Video Selebgram Asal Makassar Hirup Whip Pink Bocor di Medsos
Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengungkapkan pihaknya telah memantau aktivitas kedua selebgram itu sejak beberapa waktu lalu.
“Kami sejatinya sudah memonitor sejak lama,” ujar Arya dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).
Meski Whip Pink bukan barang terlarang karena lazim dipakai untuk membuat krim kocok, polisi tetap mendalami dugaan penyalahgunaan oleh dua selebgram asal Makassar tersebut.
Polisi Dalami Dugaan Penyalahgunaan Whip Pink
Arya menegaskan, Whip Pink sejatinya diperuntukkan bagi kebutuhan kuliner dan industri, bukan untuk dihirup.
“Yang bisa kami lakukan saat ini adalah mengingatkan agar pemakaiannya sesuai peruntukan. Jangan sampai diarahkan ke hal-hal negatif,” jelasnya.
Dalam video yang beredar, tampak dua selebgram asal Makassar hirup Whip Pink secara bergantian hingga kehilangan keseimbangan. Bahkan, keduanya terlihat berebut tabung gas tersebut sampai hampir terjatuh.
Pada rekaman lain, keduanya tampak terkapar di garasi mobil dalam kondisi mabuk. Sebuah foto juga memperlihatkan salah satu selebgram tertidur dengan tabung Whip Pink berada di dekatnya.
Reaksi Netizen
Aksi itu memicu reaksi keras warganet.
“Menuju Indonesia cemas,” @rizqi******
“Takut banget ditonton anak-anak,” @grilsbugi*****
“Ini sebenernya buat apa?” @bagusprat*****
Dampak Berbahaya Jika Whip Pink Disalahgunakan
Mengutip Alcohol and Drug Foundation, nitrous oxide memang digunakan secara legal di bidang medis dan industri.
Namun jika dihirup untuk tujuan euforia, Whip Pink dapat menimbulkan dampak serius, antara lain:
1. Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba
Bisa menyebabkan tubuh lemas hingga kehilangan kesadaran.
2. Pingsan mendadak
Akibat suplai oksigen ke otak terganggu.
3. Gangguan irama jantung
Detak jantung menjadi tidak stabil dan berpotensi berujung fatal.
4. Serangan jantung
Risiko meningkat terutama bila digunakan berulang atau dalam dosis besar.
5. Hipoksia (kekurangan oksigen)
Kondisi paling berbahaya yang dapat menyebabkan henti napas.
6. Risiko kematian
Jika hipoksia tidak segera ditangani, dampaknya bisa berujung kehilangan nyawa.

