Viral Menu MBG Kelapa Muda dan Telur Mentah di Pamekasan, Kepala SPPG Bumdes: Uji Coba Jelang Ramadhan
HAIJAKARTA.ID – Viral menu MBG kelapa muda dan telur mentah di Pamekasan memicu perbincangan di media sosial setelah beredar video distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palengaan. Alih-alih nasi kotak dengan lauk matang, siswa menerima kelapa muda, telur mentah, dan roti.
Dalam video berdurasi 53 detik yang beredar, terlihat mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membawa muatan kelapa muda dalam jumlah besar.
Petugas kemudian menurunkan kelapa tersebut di halaman sekolah bersama bungkusan plastik yang diduga berisi satu butir telur mentah dan sepotong roti.
Perekam video sempat berdialog dengan petugas untuk memastikan distribusi tersebut.
“Untuk MBG hari ini, di hari Kamis barokah olle begghen (dengan), hari Kamis barokah MBG di Kecamatan Palengaan. Ini pulangnya dapat satu ya, Dik?” tanya perekam video kepada salah satu petugas.
Petugas menjawab singkat, “Iya,” yang kemudian disambut ucapan, “Ya Alhamdulillah,” oleh perekam.
Kepala SPPG Bumdes Sejahtera Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Hairul Hafid, membenarkan adanya pembagian menu tersebut. Ia menyebut ribuan siswa menerima paket MBG pada hari itu.
“Sebanyak 2.030 siswa menerima kelapa muda, satu telur mentah, dan sepotong roti,” kata Hafid, Sabtu (14/2/2026).
Disebut Uji Coba Jelang Ramadhan
Hairul menjelaskan tidak seluruh siswa menerima paket yang sama. Sebagian lainnya memperoleh variasi menu berbeda.
“Sedangkan 970 siswa lainnya menerima jeruk, satu telur mentah, dan satu potong roti produk UMKM,” kata Hafid.
Menanggapi sorotan publik, Hairul memberikan klarifikasi bahwa distribusi kelapa muda dan telur mentah tersebut merupakan bagian dari uji coba menu kering menjelang bulan Ramadhan.
“Sebenarnya kami hanya percobaan menu keringan, Karena ini menjelang Ramadhan kami mencoba dengan menyalurkan kelapa muda,sedang rotinya merupakan produk UMKM,” ujar Hairul.
Ia menegaskan keputusan tersebut telah melalui konsultasi dengan ahli gizi sebelum disalurkan kepada sekitar 3.000 siswa penerima manfaat.
“Pihaknya berani menyalurkan hal tersebut karena mendapat izin dari ahli gizi,” jelasnya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa menu dalam program MBG bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai kebutuhan maupun permintaan dari pihak sekolah.
“Sehari tidak sama distribusinya, tergantung permintaan karena ada sekolah yang minta menu lain,” pungkasnya.

