Profil Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP yang Viral Gegara Status Kewarganegaraan Anak hingga Ortu CEO
HAIJAKARTA.ID – Pencarian terkait profil Dwi Sasetyaningtyas meningkat setelah pernyataannya mengenai status kewarganegaraan anaknya menuai kontroversi di media sosial.
Dwi diketahui memilih anak keduanya untuk menerima status sebagai warga negara Inggris dibandingkan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Keputusan tersebut memicu perdebatan karena ia dikenal sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Isu ini mencuat setelah sebuah utas di akun Twitter @birkindust_ pada 19 Februari 2026 menyoroti sikap Dwi yang dinilai arogan.
Dalam unggahan tersebut, disertakan tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan Dwi.
Salah satu unggahan bernada kritik menyebut, “Jadi ternyata kamu anak CEO, ya? Pantas saja begitu percaya diri hendak melaporkan orang. Ternyata ada sosok ayah di belakangmu. Anak manajer keuangan mengaku tidak mampu, ini bagaimana ceritanya?”
Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas
Dalam tangkapan layar yang beredar, Dwi juga terlihat membalas komentar seorang pengguna Instagram yang meminta dirinya menyampaikan permintaan maaf.
Pengguna tersebut menuliskan, “Mengapa tidak sekalian meminta maaf saja? Sudah menggunakan dana negara, kok untuk kepentingan pribadi.”
Menanggapi hal itu, Dwi memberikan bantahan keras. Ia menegaskan tidak pernah menggunakan dana negara untuk keuntungan pribadi.
“Bagian mana saya memakai uang rakyat dan mengambil manfaat pribadi? Jika tidak ada bukti, itu namanya tuduhan tanpa dasar. Sudah saya data akun-akun yang menyebarkan tuduhan, mau sekalian nama Anda saya catat?” tulisnya dalam balasan tersebut.
Respons tersebut justru semakin memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan konsistensi sikap Dwi sebagai penerima beasiswa negara.
Salah satu akun menuliskan, “Ia pernah mengatakan kondisi rumah mertuanya sangat sederhana, tetapi mampu menyediakan mobil, sopir, hotel, hingga ajudan. Di mana letak kesulitannya?”
Komentar lain menyebut, “Tak heran merasa percaya diri, ternyata sudah mendata orang-orang yang dianggap memfitnah.”
Kontroversi tersebut membuat publik semakin penasaran dengan profil Dwi Sasetyaningtyas dan rekam jejaknya.
Profil Dwi Sasetyaningtyas
Berdasarkan berbagai sumber, profil Dwi Sasetyaningtyas menunjukkan latar belakang pendidikan dan aktivitas sosial yang cukup panjang.
Dwi, yang juga dikenal dengan nama Tyas, merupakan lulusan Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Ia kemudian memperoleh beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi magister di Delft University of Technology, Belanda, dengan jurusan Sustainable Energy Technology.
Beasiswa tersebut diperoleh pada 2015 dan ia menyelesaikan studi pada 2017.
Melalui akun Instagram pribadinya @sasetyaningtyas, Tyas menyatakan telah kembali ke Indonesia setelah menuntaskan studi di Belanda.
“Selama enam tahun, yakni 2017 hingga 2023, saya tinggal di Indonesia untuk menjalankan kewajiban sebagai penerima beasiswa dan berkontribusi bagi Tanah Air, dan komitmen itu masih berlanjut sampai sekarang,” tulisnya.
Di Indonesia, Tyas disebut aktif dalam sejumlah inisiatif sosial dan lingkungan.
Ia membangun platform pengembangan energi surya yang diterapkan secara gratis di Pulau Sumba.
Selain itu, ia juga merintis bisnis berkelanjutan yang bertujuan mendukung pengembangan UMKM agar mampu memperluas akses pasar.
Tak hanya itu, Tyas terlibat dalam pengelolaan sampah plastik serta menghadirkan platform Kawan Kompos untuk pengolahan sampah organik.
Ia juga menginisiasi penanaman 10 ribu pohon bakau di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Dalam bidang sosial, Tyas disebut memberdayakan ibu rumah tangga agar dapat memperoleh penghasilan dari rumah, terlibat dalam penanggulangan bencana di Sumatra, hingga membangun sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Apa Itu Beasiswa LPDP?
Mengacu pada buku Meretas Batas Impian Dengan Beasiswa karya Dr. Abdul Kahar, M.Pd, Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan program bantuan pendidikan yang secara resmi diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Program ini dirancang untuk mendukung calon mahasiswa Indonesia dalam melanjutkan studi pada jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3).
Melalui program LPDP, penerima beasiswa memiliki peluang untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri, yang telah bekerja sama dengan LPDP.
Adapun komponen pembiayaan yang diberikan mencakup biaya kuliah, biaya hidup, konsumsi, transportasi, serta perlindungan asuransi.

