sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Cara cek saldo KKS Merah Putih 2026 lewat HP kini semakin mudah dilakukan.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak lagi harus datang dan mengantre lama di ATM hanya untuk memastikan dana bantuan sosial sudah masuk atau belum.

Melalui ponsel, pengecekan saldo bisa dilakukan dengan cepat, baik menggunakan kode USSD maupun aplikasi mobile banking resmi bank penyalur.

Digitalisasi sistem penyaluran bansos oleh pemerintah bersama bank-bank Himbara membuat proses pencairan dan pemantauan dana menjadi lebih transparan, efisien, dan minim kendala teknis.

Apa Itu KKS Merah Putih?

KKS Merah Putih merupakan kartu debit khusus yang diterbitkan pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial non-tunai kepada masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kartu ini diterbitkan melalui bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni:

  • Bank Rakyat Indonesia (BRI)
  • Bank Mandiri
  • Bank Negara Indonesia (BNI)
  • Bank Syariah Indonesia (BSI)

KKS dapat digunakan untuk:

  • Mencairkan bantuan tunai melalui ATM Himbara
  • Bertransaksi di agen e-warong/sembako
  • Mengecek saldo dan mutasi rekening

Program ini berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Cara Cek Saldo KKS Merah Putih 2026 Lewat HP Tanpa Internet

Bagi KPM yang tidak memiliki akses internet stabil, pengecekan saldo tetap bisa dilakukan menggunakan kode USSD.

Langkah-langkah:

  • Buka menu panggilan di ponsel.
  • Ketik: 141500#
  • Tekan tombol panggil.
  • Pilih menu informasi saldo.
  • Tunggu notifikasi SMS berisi rincian saldo.

Metode ini hanya membutuhkan pulsa reguler dan tidak memerlukan kuota internet. Pastikan nomor HP yang digunakan sudah terdaftar dan terhubung dengan rekening bansos.

Cek Saldo Lewat Aplikasi Mobile Banking Resmi

Selain USSD, masyarakat juga bisa menggunakan aplikasi mobile banking resmi bank penyalur untuk memantau saldo dan riwayat transaksi secara real time.

Aplikasi Resmi Penyalur KKS 2026:

  • BRImo – milik Bank Rakyat Indonesia
  • Livin’ by Mandiri – milik Bank Mandiri
  • BNI Mobile Banking – milik Bank Negara Indonesia
  • BSI Mobile – milik Bank Syariah Indonesia

Jadwal dan Nominal Bansos KKS 2026

Penyaluran bansos 2026 dilakukan secara bertahap (termin/gelombang) untuk menjaga stabilitas sistem perbankan.

Berikut rincian nominal per tahap:

Bansos Kategori                                          Nominal per Tahap         Total per Tahun

PKH Ibu Hamil   Kesehatan                        Rp750.000                        Rp3.000.000

PKH Balita (0-6 tahun)   Kesehatan          Rp750.000                        Rp3.000.000

BPNT/Sembako Pangan                              Rp400.000                        Rp2.400.000

Total Maksimal –                                          Rp1.900.000                    Rp8.400.000

Nominal yang diterima tiap keluarga bisa berbeda, tergantung jumlah komponen dalam Kartu Keluarga dan hasil verifikasi data DTKS.

Cara Cek Status Penerima Bansos 2026

Untuk memastikan status kepesertaan masih aktif, masyarakat bisa melakukan pengecekan melalui laman resmi Kemensos:

  • Akses: cekbansos.kemensos.go.id
  • Isi data wilayah (provinsi hingga desa/kelurahan).
  • Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
  • Ketik kode captcha.
  • Klik “Cari Data”.

Jika status aktif dan periode menunjukkan tahun 2026, artinya bantuan masih terdaftar dan menunggu proses pencairan.

Penyebab Saldo KKS Kosong Saat Jadwal Cair

Beberapa faktor yang menyebabkan saldo belum masuk antara lain:

1. Penyaluran bertahap (gelombang)

Pencairan dilakukan berbeda waktu di tiap wilayah.

2. Data kependudukan belum sinkron

Perbedaan data dengan Dukcapil dapat menghambat transfer.

3. Evaluasi kepesertaan

Jika ada anggota keluarga dengan penghasilan di atas batas ketentuan, bantuan bisa dihentikan.

Apabila dana belum cair lebih dari satu periode, disarankan menghubungi pendamping PKH atau kantor desa setempat.

Bijak Mengelola Dana Bansos

Dana bansos merupakan bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga, seperti:

  • Kebutuhan pangan bergizi
  • Biaya pendidikan anak
  • Kesehatan ibu dan balita

Masyarakat diimbau memanfaatkan dana sesuai peruntukannya dan rutin memantau saldo agar terhindar dari oknum tidak bertanggung jawab.