sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Isu mengenai tugas ibu Persit kembali menjadi perhatian publik setelah beredarnya kabar dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang ibu Persit dengan sejumlah prajurit di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih.

Kasus tersebut mencuat setelah suami yang bersangkutan, seorang anggota TNI, melayangkan laporan resmi kepada pimpinan satuan.

Perempuan berusia 26 tahun asal Jayapura itu diduga memiliki hubungan terlarang dengan 13 prajurit aktif.

Namun apa sebenarnya peran ibu persit?

Daftar Tugas Ibu Persit

Berikut daftar peran ibu Persit dalam Keluarga Prajurit TNI, yaitu:

1. Membina dan Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

Ibu Persit berperan sebagai penjaga stabilitas keluarga. Ia dituntut mampu menciptakan suasana rumah yang harmonis, penuh pengertian, serta menjadi pendukung utama bagi suami yang menjalankan tugas negara.

2. Mendidik dan Mengawasi Anak

Merujuk laman resmi Tentara Nasional Indonesia (tni.mil.id), tugas utama ibu-ibu Persit adalah membina keluarga dan mendidik anak-anak.

Pernah disampaikan Pangdam II/Swj, Mayjen TNI Sudirman, bahwa seorang ibu harus mampu menjaga keharmonisan rumah tangga serta mengawasi putra-putrinya dengan baik, khususnya dalam pendidikan agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.

3. Mendampingi dan Mendukung Tugas Prajurit

Sebagai istri prajurit, anggota Persit memiliki peran moral untuk mendukung tugas suami, baik saat bertugas di dalam negeri maupun luar daerah.

Dukungan emosional menjadi fondasi penting bagi prajurit dalam menjalankan tanggung jawabnya.

4. Menjaga Etika dan Kehormatan Keluarga TNI

Ibu Persit turut membawa nama baik institusi militer.

Karena itu, sikap, perilaku, dan interaksi sosial harus mencerminkan nilai kedisiplinan, kesopanan, dan integritas.

5. Aktif dalam Kegiatan Organisasi Persit

Sebagai anggota Persit, istri prajurit diharapkan berpartisipasi dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pembinaan yang diselenggarakan organisasi guna memperkuat solidaritas serta kesejahteraan keluarga prajurit.

6. Menjadi Pilar Moral dan Integritas Keluarga

Peran ibu Persit tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai pilar utama dalam membangun keluarga yang berkarakter kuat, berintegritas, serta taat pada norma dan aturan yang berlaku.

Kronologi Perselingkuhan Istri TNI dengan 13 Prajurit

Laporan resmi tersebut disampaikan oleh Sertu Agustian, anggota Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili, pada 17 Februari 2026 di markas Yonif 756/WMS, Wamena.

Dalam dokumen pengaduan bermaterai itu, ia mencantumkan nama istrinya, Fadila Sasbila Nurahmidin, beserta 13 oknum prajurit yang diduga terlibat.

Setelah laporan diterima, klarifikasi langsung dilakukan. Fadila diperiksa sebagai saksi kunci, sementara sepuluh prajurit dipanggil untuk memberikan keterangan tertulis terkait kronologi kejadian.

Penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk telepon genggam serta dokumen pribadi seperti kartu keluarga dan buku nikah.

Komandan Yonif 756/WMS, Letkol Inf Yoel Sry Liga, disebut telah berkoordinasi dengan Polisi Militer untuk memastikan kasus tersebut ditangani sesuai aturan hukum militer.

Proses hukum selanjutnya dilakukan di Staltamil Pomdam XVII/Cenderawasih.

Proses Hukum Berjalan

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, memastikan dugaan tersebut tengah diproses.

“Terkait kabar yang beredar mengenai kejadian itu, saat ini perkara tersebut sudah masuk tahap penyidikan di tingkat Pomdam XVII/Cenderawasih,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses hukum sedang berjalan dan kewenangan memberikan keterangan lebih lanjut berada di tangan penyidik.

“Sekarang ini kasusnya sudah dalam tahap penyidikan, dan yang berwenang memberikan penjelasan adalah penyidik Pomdam XVII/Cenderawasih,” katanya.

Berdasarkan informasi yang beredar, sebagian prajurit yang telah diperiksa mengakui adanya hubungan intim.

Beberapa menyebut perkenalan bermula melalui media sosial seperti TikTok dan WhatsApp, sementara lainnya mengaku pertama kali bertemu saat bertugas di Papua.

Lokasi yang disebut dalam pemeriksaan beragam, mulai dari rumah dinas, kos-kosan di Jalan Bhayangkara, hingga hotel di wilayah Wamena.

Mayoritas prajurit menyampaikan bahwa komunikasi awal hingga ajakan bertemu berasal dari pihak perempuan. Namun demikian, pengakuan tersebut masih dalam pendalaman penyidik guna memastikan fakta sebenarnya.

Dari nama-nama yang diperiksa, sebagian besar berstatus lajang dan satu di antaranya diketahui telah berkeluarga. Empat oknum lain yang diduga terlibat masih menunggu pemeriksaan lanjutan.