Arus Wisata Ciwidey Mulai Melandai, Puncaknya Tembus 85 Ribu Kendaraan
HAIJAKARTA.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Jawa Barat memprediksi volume lalu lintas di jalur wisata Ciwidey mulai melanda setelah puncak arus wisata terlewati pada H+2 Lebaran 2026.
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, menyamppaikan bahwa puncak arus wisata di kawasan Ciwidey terjadi pada H+2 Lebaran dengan total 85.662 kendaraan melintas dari dua arah.
“Untuk ke depannya diprediksi akan terus melandai. Kawasan Ciwidey, puncak arus wisatanya terjadi pada H+2 kemarin dengan 85.662 kendaraan,” kata Ruddy dilansir dari Antara pada Rabu, (25/3/2026).
Ruddy menjelaskan, pola pergerakan kendaraan wisata di jalur selatan Kabupaten Bandung wisata di jalur selatan Kabupaten Bandung umumnya terjadi pada H+1 hingga H+2 Lebaran, sebelum akhirnya mengalami penurunan.
“Biasanya untuk jalur wisata itu terjadi di H+1 dan H+2. Setelah itu cenderung menurun dan tidak terlalu signifikan seperti saat Lebaran, meski masih tetap tinggi,” ungkapnya.
Puncaknya Tembus 85 Ribu Kendaraan
Secara kumulatif, jumlah kendaraan yang menuju kawasan Ciwidey dari H-7 hingga H+4 Lebaran tercatat mencapai 607.411 unit. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 5,81 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 579.379 kendaraan.
Sementara itu, puncak arus wisata di kawasan Pangalengan terjadi pada hari pertama Lebaran dengan jumlah kendaraan mencapai 22.700 unit. Namun, secara kumulatif, jumlah kendaraan yang menuju Pangalengan tercatat sebanyak 537.788 unit, menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 691.316 kendaraan.
Dishub Kabupaten Bandung menyatakan akan terus melakukan pemantauan secara intensif serta mengoptimalkan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan selama sisa libur Lebaran.
Selain itu, pengendara juga diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mengingat karakteristik jalur wisata yang berkelok dan menurun.
“Kondisi jalannya berkelok dan menurun dengan kontur yang cukup tajam. Dengan demikian kami mengimbau agar para pengguna kendaraan memastikan kondisi rem dalam keadaan baik dan optimal,” tutup Ruddy.

