sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Kabar duka menyelimuti dunia militer Tanah Air.

Pesan terakhir TNI Praka Farizal sebelum gugur di Lebanon menjadi sorotan setelah prajurit terbaik tersebut meninggal dunia saat menjalankan misi perdamaian.

Praka Farizal Rhomadhon, anggota Yonif 113/Jaya Sakti yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), gugur akibat serangan artileri di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026).

Kepergian almarhum meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terlebih kepulangannya yang dijadwalkan Mei mendatang kini berubah menjadi kepulangan dalam peti jenazah.

Pesan Terakhir TNI Praka Farizal Sebelum Gugur di Lebanon

Sebelum bertugas, pesan terakhir TNI Praka Farizal sebelum gugur di Lebanon ternyata sangat sederhana. Ia hanya meminta doa restu dari keluarga agar dapat menjalankan tugas dengan lancar dan kembali ke Indonesia dengan selamat.

Sang adik, Moh. Fitra Abdul Aziz, mengenang momen tersebut sebagai perpisahan yang penuh harapan.

“Kalau secara pribadi kepada saya tidak ada pesan khusus, mungkin kepada istrinya ada. Namun sebelum berangkat, dia berpamitan kepada keluarga dan meminta doa agar selama menjalankan tugas di pasukan UNIFIL diberi kelancaran, keselamatan, serta bisa kembali ke Indonesia. Rencananya bulan Mei ini akan pulang jika tidak ada perpanjangan tugas,” ujar Fitra.

Kepergian Praka Farizal begitu mengejutkan bagi keluarga. Hingga kabar duka datang, tidak ada firasat apapun yang dirasakan oleh orang terdekatnya.

Fitra mengungkapkan bahwa keluarga sangat terpukul karena tengah menantikan kepulangan almarhum dalam waktu dekat.

“Sepengetahuan saya, keluarga tidak memiliki firasat apa pun. Tiba-tiba saja pada pagi hari kami menerima kabar duka,” tambahnya.

Prajurit Berprestasi dengan Dedikasi Tinggi

Praka Farizal Rhomadhon dikenal sebagai prajurit berprestasi. Lahir di Kulon Progo pada 1998, ia telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi kepada negara.

Sepanjang kariernya, ia meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun.

Ia meninggalkan seorang istri serta seorang anak perempuan berusia dua tahun yang kini tinggal di rumah dinas di Bireuen, Aceh.

Kronologi Serangan Artileri di Lebanon

Insiden yang merenggut nyawa Praka Farizal terjadi di wilayah Indobatt UNP 7-1, Desa Achid Alqusyar, Lebanon Selatan, sekitar pukul 20.44 waktu setempat.

Serangan artileri tidak langsung yang diduga berasal dari Israel Defence Forces (IDF) menghantam posisi kontingen Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, membenarkan kejadian tersebut sekaligus menyampaikan duka cita dari pemerintah.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya satu personel penjaga perdamaian Indonesia dan tiga lainnya mengalami luka saat bertugas dalam misi UNIFIL, setelah serangan artileri mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr,” kata Yvonne.

Pemerintah Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan mendesak dilakukannya penyelidikan secara transparan.

Kematian Praka Farizal menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Pesan terakhir TNI Praka Farizal sebelum gugur di Lebanon kini menjadi kenangan yang mengharukan, sekaligus bukti dedikasi seorang prajurit yang mengutamakan tugas negara di atas segalanya.