Bank Mandiri Salurkan KUR Rp7,35 Triliun, Dorong Penguatan Ekonomi UMKM di Awal 2026
HAIJAKARTA.ID- Bank Mandiri Salurkan KUR Rp7,35 Triliun, bakal dorong penguatan UMKM di awal tahun 2026.
Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi perusahaan, hingga Februari 2026 Bank Mandiri telah menyalurkan KUR dengan total nilai mencapai Rp7,35 triliun.
Dana tersebut disalurkan kepada sekitar 59.327 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari peran aktif Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada sektor produktif yang memiliki kontribusi besar terhadap stabilitas ekonomi masyarakat.
Dominasi Sektor Produksi
Dari total penyaluran tersebut, mayoritas kredit dialokasikan untuk sektor produksi. Tercatat sebesar 61,83 persen atau setara dengan Rp4,54 triliun disalurkan ke sektor ini.
Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan KUR tidak hanya berfokus pada konsumsi, tetapi lebih diarahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha, produktivitas, serta daya saing pelaku UMKM di Indonesia.
Sektor produksi sendiri mencakup berbagai bidang seperti industri pengolahan, perdagangan produktif, hingga usaha jasa yang memiliki potensi pengembangan berkelanjutan.
Sektor Pertanian Jadi Prioritas Penting
Selain sektor produksi, sektor pertanian juga mendapatkan perhatian serius dalam penyaluran KUR.
Hingga awal tahun ini, Bank Mandiri telah mengucurkan dana sebesar Rp2,21 triliun untuk sektor pertanian.
Penyaluran ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, di mana sektor pertanian menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan bahan pangan.
Dukungan pembiayaan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani, memperluas akses permodalan, serta mendorong modernisasi sektor pertanian di berbagai daerah.
Kualitas Kredit Tetap Terjaga
Tidak hanya fokus pada penyaluran, Bank Mandiri juga memastikan kualitas kredit tetap berada dalam kondisi sehat.
Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang tercatat berada di bawah angka 1 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa penyaluran KUR dilakukan secara selektif dan tepat sasaran, sehingga risiko kredit dapat diminimalisir.
Perkuat Ekosistem Digital dan Kolaborasi
Dalam mendukung efektivitas penyaluran KUR, Bank Mandiri juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui ekosistem digital.
Inovasi ini bertujuan untuk mempercepat proses penyaluran, meningkatkan transparansi, serta mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait terus diperkuat guna memastikan program KUR benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Penyaluran KUR yang terus meningkat ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dalam memperkuat sektor usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.
Dengan dukungan pembiayaan yang tepat, UMKM diharapkan mampu berkembang lebih pesat, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

