sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – WNA italia aniaya warga di bali viral di media sosial setelah seorang pria asal Italia berinisial JF (41) diduga melakukan penganiayaan terhadap warga lokal di Denpasar.

Insiden tersebut terjadi di kawasan Jalan Gunung Soputan, Gang Ulun Suwi, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat.

Peristiwa ini memicu perhatian publik karena diduga dipicu hal sepele, yakni aktivitas memasak di rumah korban pada pagi hari.

Kronologi WNA Italia Aniaya Warga di Bali

Kasus wna italia aniaya warga di bali bermula saat istri korban tengah memasak di dapur rumahnya sekitar pukul 08.00 WITA, Rabu (8/4/2026).

Aktivitas tersebut ternyata memicu kemarahan pelaku.

Dalam video yang beredar, korban sempat menjelaskan situasi saat kejadian.

“Ini rumah saya dan istri saya sedang memasak,” ucap korban dalam video yang beredar.

Tak lama kemudian, pelaku diduga mendatangi rumah korban dan melakukan tindakan kekerasan.

“Ini dia pukul suami saya, yang sebelumnya juga pernah dia pukul suami saya tapi tidak sempat rekam waktu itu,” tulis istri korban dalam unggahan media sosialnya.

Motor Dirusak hingga Korban Dipukul

Dalam lanjutan kronologi kasus wna italia aniaya warga di bali, pelaku tidak hanya melakukan pemukulan, tetapi juga merusak barang milik korban.

Korban menyebut pelaku sempat menendang sepeda motor hingga mengalami kerusakan.

“Di sini saya lagi masak di atas jam 8 pagi. Dia marah getok-getok tembok karena katanya dia masih tidur,” ungkap istri korban.

“Dia datang sambil marah, lalu menendang motor saya sampai rusak bagian belakang dan sempat memukul suami saya seperti di video,” lanjutnya.

Kasus wna italia aniaya warga di bali ternyata bukan yang pertama kali. Korban mengaku sudah beberapa kali mengalami tindakan serupa dari pelaku.

“Kejadian sebelumnya tanggal 23 Februari 2026 malam dan 24 Februari 2026 pagi, dia juga datang ke sini lempar-lempar helm dan barang lain. Waktu itu saya tidak ada bukti jadi saya tidak berani melapor,” jelasnya.

Korban juga mengaku sering mendapatkan gangguan setiap melakukan aktivitas di rumah.

“Setiap saya beraktivitas seperti mandi, mencuci, menyapu, atau memasak, dia selalu marah dengan mengetuk-ngetuk tembok di sebelah,” paparnya.

Korban Mengaku Trauma

Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami tekanan psikologis dan trauma, terutama saat beraktivitas di rumah.

Dalam pesan yang diunggah, ia mengungkapkan ketakutannya.

“Mbak aku yang belum bisa damai. Mbak nggak tahu bagaimana saya di sini beberapa bulan ini, tidak ada yang tahu bagaimana tertekannya saya mau beraktivitas,” tulisnya.

“Sampai saya marahi anak saya kalau dia berisik, suami saya lewat jam 10 malam tidak saya izinkan ke dapur walaupun hanya mengambil air, karena saya benar-benar ketakutan,” lanjutnya.

Reaksi Netizen

Aksi ini memicu banyak sorotan dari netizen.

“Kenapa ngerasa kayak di atas angin? Kayak gitu sama orang lokal,” ujar @wedijant*****

“Mungkin baiknya di deportasi saja ya, meresahkan,” kata @seadragon_*****

“Sensei gara-gara nggak lolos piala dunia, kah?” ucap @andrejosephsi*****