sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

Kabar Bripda Natanael meninggal di Asrama Polda mencuat ke publik.

Anggota polisi berinisial Bripda NS tersebut ditemukan meninggal dunia di mess atau barak Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau pada Senin (13/4/2026) malam.

Kematian korban diduga berkaitan dengan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya.

Peristiwa ini pun langsung menjadi sorotan dan memicu desakan agar kasus diusut secara transparan.

Bripda Natanael Meninggal di Asrama Polda

Kuasa hukum keluarga korban, Sudirman, menegaskan bahwa pihak keluarga menginginkan proses hukum berjalan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Ia menyampaikan secara langsung bahwa kasus ini harus dibuka secara terang benderang kepada publik.

“Yang ingin kami sampaikan, pokoknya perkara ini harus terungkap secara terbuka,” tegas Sudirman.

Ia juga menambahkan bahwa tidak boleh ada fakta yang disembunyikan dalam penanganan kasus Bripda Natanael meninggal di Asrama Polda tersebut.

“Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi, pokoknya usut,” lanjutnya.

Polisi Periksa 8 Saksi

Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah personel terkait dugaan penganiayaan tersebut.

“Saksi-saksi sebanyak delapan personel sudah kami mintai keterangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, satu anggota telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat ini sudah kami lakukan pengamanan, dan sementara diduga baru satu anggota atas nama Bripda AS yang ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Meski demikian, penyelidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus Bripda Natanael meninggal di Asrama Polda ini.

Saat ini, jenazah korban berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses autopsi. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian Bripda NS.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa hasil autopsi akan menjadi dasar penting dalam mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus ini.