BKN Mulai Seleksi Kompetensi PPPK Sekolah Rakyat 2026 pada 13 Juli, Peserta Wajib Datang 60 Menit Lebih Awal
HAIJAKARTA.ID- Badan Kepegawaian Negara (BKN) resmi memasuki tahapan lanjutan dalam proses pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sekolah Rakyat Tahun Anggaran 2026.
Setelah proses pendaftaran dan seleksi administrasi selesai dilaksanakan pada 8–16 Juni 2026, ribuan pelamar kini bersiap mengikuti Seleksi Kompetensi, yang menjadi tahapan paling menentukan dalam proses rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut.
Seleksi Kompetensi menjadi penentu utama kelulusan peserta karena hasil ujian akan menjadi dasar dalam penilaian kemampuan calon PPPK Sekolah Rakyat.
Pemerintah berharap melalui tahapan ini dapat menjaring sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, integritas, serta profesionalisme untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Sekolah Rakyat.
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho, mengatakan pelaksanaan Seleksi Kompetensi akan dimulai pada 13 Juli hingga 27 Juli 2026.
Pelaksanaan ujian diperkirakan berlangsung selama 15 hari, dengan jadwal yang telah disesuaikan berdasarkan jumlah peserta dan kapasitas lokasi ujian di berbagai daerah.
“Seleksi Kompetensi dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 27 Juli 2026 dengan estimasi pelaksanaan selama 15 hari,” ujar Wisudo Putro Nugroho dalam keterangan resmi BKN.
BKN Siapkan 42 Titik Lokasi Ujian di Berbagai Daerah
Untuk memastikan pelaksanaan seleksi berjalan lancar, tertib, dan dapat diakses peserta dari berbagai wilayah Indonesia, BKN telah menyiapkan 42 titik lokasi ujian.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 titik merupakan lokasi milik BKN yang terdiri atas BKN Pusat, Kantor Regional BKN, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN yang tersebar di sejumlah provinsi.
Sementara 7 titik lainnya merupakan lokasi mandiri yang disediakan oleh instansi penyelenggara sesuai kebutuhan pelaksanaan seleksi.
Menurut BKN, penyebaran lokasi ujian dilakukan agar peserta tidak perlu melakukan perjalanan terlalu jauh sehingga pelaksanaan seleksi dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan nyaman.
Peserta Diminta Hadir Lebih Awal
Selain mengumumkan jadwal pelaksanaan, BKN juga mengingatkan seluruh peserta untuk memperhatikan ketentuan selama mengikuti ujian.
Setiap peserta diwajibkan hadir di lokasi ujian minimal 60 menit sebelum jadwal ujian dimulai.
Waktu tersebut digunakan untuk proses registrasi, pemeriksaan identitas, pengecekan dokumen, hingga pemeriksaan keamanan sebelum peserta memasuki ruang Computer Assisted Test (CAT).
Peserta juga diimbau membawa dokumen yang dipersyaratkan sesuai pengumuman resmi serta mematuhi seluruh tata tertib selama pelaksanaan ujian berlangsung.
Keterlambatan dapat mengakibatkan peserta tidak diperkenankan mengikuti seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Seleksi Menggunakan Sistem CAT
Pada rekrutmen tahun ini, Seleksi Kompetensi kembali menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang telah menjadi standar dalam berbagai proses seleksi ASN di Indonesia.
Sistem CAT dinilai mampu menciptakan proses seleksi yang lebih transparan, objektif, cepat, dan akuntabel.
Seluruh jawaban peserta akan diproses secara otomatis oleh sistem komputer sehingga meminimalkan potensi kesalahan maupun intervensi pihak tertentu.
Selain itu, penggunaan CAT juga memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta untuk bersaing berdasarkan kemampuan dan kompetensi masing-masing.
Dengan demikian, hasil seleksi benar-benar mencerminkan kualitas peserta yang mengikuti ujian.
Pemerintah Perkuat Sistem Rekrutmen ASN
Penerapan sistem CAT merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem rekrutmen ASN berbasis merit.
Melalui mekanisme tersebut, proses seleksi diharapkan berlangsung secara profesional serta menghasilkan aparatur yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pelayanan publik.
Program PPPK Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang akan mendukung operasional Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Kehadiran tenaga yang berkualitas diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat.

