Kompor Listrik Gratis Mulai 2027, Pemerintah Siapkan Program Konversi LPG 3 Kg!
HAIJAKARTA.ID- Pemerintah berencana mulai menggulirkan program konversi penggunaan LPG subsidi 3 kilogram ke kompor listrik atau kompor induksi pada 2027.
Program ini disiapkan sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG sekaligus menekan beban subsidi energi yang terus meningkat.
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyatakan program tersebut telah masuk dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan skema bantuan lengkap agar masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan saat beralih ke kompor listrik.
Penerima Akan Mendapat Paket Bantuan Lengkap
Dalam rancangan program tersebut, masyarakat yang menjadi penerima manfaat akan memperoleh beberapa fasilitas secara cuma-cuma, antara lain:
- Kompor listrik atau kompor induksi.
- Peralatan memasak yang sesuai dengan kompor induksi.
- Instalasi atau pemasangan listrik yang dibutuhkan tanpa biaya.
Pemerintah menilai paket bantuan tersebut tetap lebih hemat dibandingkan besarnya anggaran yang harus dikeluarkan negara setiap tahun untuk mengimpor serta memberikan subsidi LPG 3 kilogram.
Kurangi Beban Subsidi Energi
Eddy Soeparno menjelaskan beban subsidi energi nasional mencapai sekitar Rp390 triliun.
Karena itu, pemerintah mendorong pemanfaatan energi listrik untuk kegiatan memasak agar ketergantungan terhadap LPG impor dapat ditekan.
Ia juga menyebutkan kajian sebelumnya menunjukkan konversi ke kompor induksi berpotensi menghemat anggaran negara apabila dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran.
Belum Semua Masyarakat Dipastikan Menjadi Penerima
Meski dijadwalkan mulai bergulir pada 2027, pemerintah hingga kini belum mengumumkan secara rinci kriteria penerima bantuan.
Mekanisme penyaluran, jumlah penerima, serta persyaratan teknis masih akan disusun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama instansi terkait.
Program Pernah Diwacanakan Sebelumnya
Wacana konversi dari kompor gas ke kompor listrik sebenarnya pernah muncul pada 2022.
Namun, pelaksanaannya saat itu dibatalkan untuk menjaga kenyamanan masyarakat selama masa pemulihan ekonomi. Kini pemerintah kembali mengkaji implementasi program tersebut dengan skema yang lebih matang.
Program konversi LPG 3 kilogram ke kompor listrik merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan efisiensi subsidi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.
Meski demikian, keberhasilan program akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur kelistrikan, penetapan sasaran penerima bantuan, serta sosialisasi kepada masyarakat sebelum implementasi pada 2027.

