sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Kementerian Pertahanan (Kemhan) secara resmi menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bela Negara bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Upacara penutupan berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Jumat (31/7), dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo selaku pembina upacara.

Program pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola Koperasi Merah Putih di berbagai daerah.

Selain dibekali kemampuan manajerial, para peserta juga memperoleh pendidikan bela negara guna memperkuat disiplin, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Lebih dari 33 Ribu Peserta Lulus Diklat

Berdasarkan data Kemhan, sebanyak 33.758 peserta SPPI telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan gelombang pertama yang dilaksanakan di sejumlah fasilitas pendidikan milik TNI di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut terdiri atas 28.626 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta 5.159 calon manajer Koperasi Nelayan Merah Putih.

Sementara itu, sekitar 3.500 peserta mengikuti upacara penutupan secara langsung di Lanud Halim Perdanakusuma.

Dalam amanatnya, Letjen TNI Tri Budi Utomo menyatakan secara resmi berakhirnya pelaksanaan Diklat Bela Negara SPPI Tahun 2026.

Penutupan tersebut menandai selesainya proses pembinaan yang berlangsung sekitar satu setengah bulan.

Dibekali Manajemen Koperasi dan Bela Negara

Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi yang mencakup manajemen koperasi, kepemimpinan, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, hingga pendidikan bela negara.

Kurikulum tersebut dirancang agar para lulusan tidak hanya memiliki kemampuan mengelola koperasi secara profesional, tetapi juga mampu menjalankan tugas dengan jiwa nasionalisme dan semangat melayani masyarakat.

Kemhan menilai pembentukan karakter menjadi salah satu aspek penting dalam program ini.

Dengan bekal tersebut, para calon manajer diharapkan mampu menjaga tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Siap Mendukung Penguatan Ekonomi Desa

Setelah dinyatakan lulus, para peserta akan ditempatkan di berbagai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Koperasi Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat pengelolaan koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan pemerintah.

Program SPPI sendiri merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menghadirkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi manajerial sekaligus karakter kepemimpinan untuk mengembangkan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.