7 Hotel Milik Pemprov DKI Jakarta, Ini Daftar Properti yang Dikelola: Tak Banyak Orang Tahu!
HAIJAKARTA.ID- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ternyata tidak hanya memiliki dan mengelola badan usaha yang bergerak di bidang transportasi, air bersih, properti, maupun layanan publik.
Melalui sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD), anak perusahaan, hingga perusahaan yang memiliki keterkaitan kepemilikan dengan Pemprov DKI Jakarta, pemerintah daerah juga memiliki portofolio bisnis di sektor perhotelan dan pariwisata.
Menariknya, properti-properti tersebut tidak hanya berada di kawasan pusat Jakarta. Sejumlah hotel dan resor yang terhubung dengan perusahaan milik atau terafiliasi dengan Pemprov DKI Jakarta juga tersebar hingga Jakarta Utara dan Bogor.
Keberadaan bisnis tersebut menunjukkan bahwa aktivitas BUMD DKI Jakarta memiliki cakupan yang cukup luas, termasuk mengelola aset dan mengembangkan sektor pariwisata serta akomodasi.
7 Hotel Milik Pemprov DKI Jakarta
Berikut tujuh hotel dan properti penginapan yang masuk dalam portofolio perusahaan yang dimiliki maupun memiliki keterkaitan dengan Pemprov DKI Jakarta:
1. The Tavia Heritage Hotel

Salah satu hotel yang berada di bawah lini bisnis PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) atau Jaktour adalah The Tavia Heritage Hotel.
Hotel ini berada di kawasan Jakarta Pusat dan mengusung konsep yang memadukan unsur modern dengan nuansa heritage Jakarta.
Nama “Tavia” sendiri berkaitan dengan sejarah Jakarta. Pemprov DKI melalui Bappeda menyebut konsep The Tavia Heritage dikembangkan dengan tiga karakter utama, yakni Modern Heritage, Betawi Authenticity, dan Contemporary Art.
Lokasinya juga relatif strategis karena berada tidak jauh dari kawasan Pasar Senen serta sejumlah pusat aktivitas masyarakat dan bisnis di Jakarta.
Hotel ini menjadi salah satu bagian dari lini usaha perhotelan Jaktour, perusahaan yang berstatus sebagai BUMD DKI Jakarta. Pemprov DKI juga tercatat menjalin kerja sama dengan Jaktour dalam program pelestarian budaya Betawi yang salah satunya berlangsung di The Tavia Heritage.
Dengan demikian, keberadaan hotel tersebut tidak hanya berkaitan dengan bisnis akomodasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas dan budaya Jakarta.
2. Aston Pluit Hotel & Residence
Berikutnya ada Aston Pluit Hotel & Residence yang berada di kawasan Pluit, Jakarta Utara.
Properti ini memiliki keterkaitan dengan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, salah satu BUMD milik Pemprov DKI Jakarta.
Bisnis Jakpro sendiri selama ini dikenal luas melalui pengembangan kawasan, properti, infrastruktur, hingga berbagai proyek perkotaan. Namun, portofolionya juga pernah mencakup sektor akomodasi.
Kerja sama pengelolaan hotel dengan Aston International menjadi salah satu bentuk pengembangan bisnis tersebut.
Selain Aston Pluit, kerja sama tersebut juga mencakup pengoperasian favehotel Pluit Junction yang berkaitan dengan aset Jakpro.
Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas perusahaan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik kawasan, tetapi juga dapat merambah bisnis pendukung seperti perhotelan.
3. d’Arcici Cempaka Putih Hotel

Selanjutnya ada d’Arcici Cempaka Putih Hotel yang berada di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Hotel ini merupakan bagian dari bisnis PT Jakarta Tourisindo (Perseroda).
Berbeda dengan konsep hotel premium, d’Arcici Cempaka Putih lebih menyasar kebutuhan akomodasi yang praktis, termasuk bagi masyarakat yang melakukan perjalanan bisnis maupun kegiatan keluarga.
Selain menyediakan kamar, fasilitas hotel juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti pertemuan, acara, hingga kebutuhan bisnis.
Lokasinya yang berada di Jakarta Pusat membuat hotel ini memiliki akses relatif dekat dengan sejumlah pusat aktivitas pemerintahan, bisnis, pendidikan, dan perdagangan.
Jaktour sendiri bukan sekadar perusahaan yang mengelola hotel. Pemprov DKI mencatat Jaktour sebagai BUMD dan masih menjalin berbagai kerja sama dengan pemerintah daerah.
4. d’Arcici Hotel Sunter
Masih dari lini bisnis Jaktour, ada d’Arcici Hotel Sunter di kawasan Jakarta Utara.
Hotel ini mengusung konsep akomodasi yang memadukan fungsi hotel dan apartemen sehingga menyasar kebutuhan tamu untuk perjalanan wisata maupun kepentingan pekerjaan.
Kawasan Sunter sendiri merupakan salah satu wilayah strategis di Jakarta Utara dengan aktivitas bisnis, perdagangan, dan permukiman yang cukup tinggi.
Keberadaan d’Arcici Hotel Sunter memperlihatkan bahwa portofolio Jaktour tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta Pusat, tetapi juga menjangkau kawasan Jakarta Utara.
Selain kegiatan bisnis, hotel-hotel yang dikelola Jaktour juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Jakarta.
5. The Tavia Riverside Resort & Convention Bogor

Menariknya, portofolio bisnis perhotelan yang berkaitan dengan perusahaan milik Pemprov DKI Jakarta tidak seluruhnya berada di wilayah Jakarta.
Di Bogor terdapat The Tavia Riverside Resort & Convention Bogor, yang juga masuk dalam lini usaha PT Jakarta Tourisindo.
Konsep properti ini berbeda dari hotel perkotaan. The Tavia Riverside menawarkan suasana penginapan yang lebih dekat dengan lingkungan alam, termasuk area tepi sungai.
Konsep tersebut membuat properti ini dapat menyasar berbagai segmen pengunjung, mulai dari keluarga, pasangan, wisatawan, hingga masyarakat yang membutuhkan tempat untuk kegiatan pertemuan atau acara.
Keberadaan properti di Bogor sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan bisnis pariwisata oleh perusahaan yang berkaitan dengan Pemprov DKI tidak terbatas pada wilayah administrasi Jakarta.
6. Putri Duyung Ancol
Nama Putri Duyung Ancol tentu sudah tidak asing bagi masyarakat Jakarta. Berbeda dengan hotel konvensional yang berbentuk gedung bertingkat, Putri Duyung menawarkan pengalaman menginap melalui konsep resort dan cottage di kawasan tepi laut.
Informasi resmi Putri Duyung menyebut properti tersebut berada langsung di pesisir kawasan Ancol, Jakarta Utara, dengan area lebih dari 7 hektare.
Resor ini juga menawarkan berbagai fasilitas, termasuk kolam renang, area bermain anak, jalur jogging, hingga fasilitas untuk kegiatan pertemuan dan acara.
Sementara itu, Putri Duyung berada di bawah ekosistem bisnis PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA).
Dengan demikian, keterkaitan Putri Duyung dengan Pemprov DKI berbeda dengan hotel yang secara langsung berada di bawah BUMD seperti Jaktour.
Hubungannya berada melalui perusahaan Ancol yang memiliki kepemilikan saham pemerintah daerah.
Dalam konteks pariwisata Jakarta, Putri Duyung memiliki posisi strategis karena menggabungkan fungsi akomodasi dengan kawasan wisata Ancol.
Konsep tersebut memungkinkan pengunjung tidak hanya datang untuk rekreasi, tetapi sekaligus menginap di kawasan wisata tepi laut.
7. Discovery Ancol Hotel
Masih berada di kawasan Ancol, terdapat Discovery Ancol Hotel. Hotel ini berada di lokasi yang strategis karena berdekatan dengan sejumlah destinasi wisata dan fasilitas rekreasi yang menjadi bagian dari kawasan Ancol.
Pengunjung hotel dapat menjangkau sejumlah lokasi wisata seperti Dunia Fantasi (Dufan), Ecopark, hingga Pasar Seni.
Seperti Putri Duyung, Discovery Ancol Hotel juga berada dalam ekosistem bisnis PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Karena terdapat kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta pada perusahaan tersebut, bisnis perhotelan Ancol menjadi salah satu bagian dari portofolio usaha yang memiliki keterkaitan dengan pemerintah daerah.
Bukan Sekadar Bisnis Hotel
Keberadaan tujuh properti tersebut memperlihatkan bahwa bisnis yang berkaitan dengan Pemprov DKI Jakarta memiliki cakupan yang cukup beragam.
Melalui PT Jakarta Tourisindo, misalnya, pemerintah daerah memiliki keterkaitan dengan sejumlah properti perhotelan seperti The Tavia Heritage dan berbagai properti d’Arcici.
Sementara itu, PT Jakarta Propertindo juga pernah memiliki portofolio yang berkaitan dengan bisnis akomodasi melalui Aston Pluit.
Adapun bisnis pariwisata dan akomodasi di kawasan Ancol berada dalam ekosistem PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, termasuk Putri Duyung Ancol dan Discovery Ancol Hotel.
Menariknya, sektor perhotelan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bisnis untuk memperoleh pendapatan.
Sejumlah properti juga dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, pelestarian budaya, hingga penguatan citra Jakarta sebagai kota tujuan wisata.

