Buruh Gelar Aksi di DPR Hari Ini, Kawal Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan!
HAIJAKARTA.ID- Kelompok buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Aksi tersebut dilakukan untuk mengawal proses pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan yang dijadwalkan masuk dalam agenda Rapat Paripurna DPR RI hari ini.
Massa buruh yang mengikuti aksi berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Kehadiran massa dalam jumlah besar berpotensi memengaruhi kondisi lalu lintas di sekitar Kompleks Parlemen, Senayan, hingga sejumlah ruas jalan di sekitarnya.
Bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan Senayan, Jalan Gatot Subroto, maupun menuju dan dari kawasan Stasiun Palmerah, perlu mengantisipasi kemungkinan kepadatan lalu lintas selama berlangsungnya aksi.
Pengendara juga disarankan mempertimbangkan waktu perjalanan serta menyiapkan rute alternatif untuk menghindari ruas jalan yang terdampak konsentrasi massa.
Kawal Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan
Aksi KBPBI digelar sebagai bentuk pengawalan langsung terhadap agenda DPR RI yang akan membawa RUU Pelindungan Ketenagakerjaan ke tahap pembicaraan tingkat II dalam Rapat Paripurna.
Sebelumnya, DPR bersama pemerintah telah menyelesaikan pembahasan tingkat pertama RUU tersebut.
Dalam rapat pengambilan keputusan pada Senin (5/10/2026), pemerintah menyatakan menerima RUU Pelindungan Ketenagakerjaan untuk dilanjutkan ke pembicaraan tingkat II dan selanjutnya diputuskan dalam rapat paripurna.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut RUU tersebut mengedepankan prinsip keadilan, kesetaraan, nondiskriminasi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta keseimbangan antara hak dan kewajiban para pihak dalam hubungan industrial.
DPR sebelumnya juga menegaskan bahwa RUU Pelindungan Ketenagakerjaan diharapkan dapat memperkuat kepastian perlindungan hak pekerja sekaligus memberikan landasan hukum yang mendukung keberlangsungan dunia usaha.
Buruh Kawal Aspirasi hingga Tahap Pengesahan
Pengawalan terhadap RUU ini sebelumnya juga dilakukan KBPBI melalui aksi dan audiensi dengan DPR.
Dalam aksi sebelumnya, perwakilan buruh menyampaikan harapan agar serikat pekerja tetap dilibatkan dalam pembahasan substansi dan redaksional RUU sebelum disahkan.
Aspirasi yang disampaikan mencakup berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dinilai penting bagi pekerja.
Sejumlah isu yang menjadi perhatian kalangan buruh antara lain kepastian kerja, perlindungan pekerja kontrak, sistem outsourcing, pengupahan, hingga perlindungan pekerja dari praktik yang dinilai dapat merugikan posisi pekerja.
Di sisi lain, pembahasan RUU juga mencakup perlindungan bagi kelompok pekerja tertentu, termasuk pekerja penyandang disabilitas dan pengemudi ojek online.
DPR menyebut substansi RUU diarahkan untuk memberikan perlindungan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi pekerja.
Puluhan Ribu Buruh Diperkirakan Turun ke Jakarta
Aksi 6 Oktober ini diperkirakan melibatkan massa buruh dalam jumlah besar. Sejumlah laporan menyebut KBPBI menyiapkan sekitar 80.000 buruh untuk mengawal proses pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan.
Aksi dijadwalkan mulai sekitar pukul 10.00 WIB dan massa diperkirakan tersebar di sejumlah titik di Jakarta.
Dengan adanya konsentrasi massa tersebut, masyarakat yang hendak melintas di kawasan Senayan dan sekitarnya diimbau memperhatikan perkembangan situasi lalu lintas.
Terutama bagi pengendara yang melintasi Jalan Gatot Subroto, kawasan Semanggi, Senayan, dan akses menuju Kompleks Parlemen, pengaturan waktu perjalanan dapat menjadi pilihan untuk menghindari potensi kepadatan.
Aksi buruh tersebut menjadi bagian dari pengawalan terhadap proses legislasi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang akan memasuki tahap penting melalui Rapat Paripurna DPR RI.

