Dishub DKI Kerahkan 1.420 Personel Lewat Gebrak Pagi, Atasi Kemacetan di 90 Titik Jakarta!
HAIJAKARTA.ID- Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengerahkan 1.420 personel untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas pada jam sibuk pagi melalui program Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi).
Program ini mulai dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) dan difokuskan pada 90 titik prioritas yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengaturan lalu lintas, terutama di kawasan yang mengalami kepadatan akibat tingginya mobilitas masyarakat maupun pekerjaan konstruksi.
Berdasarkan informasi resmi Dishub DKI Jakarta, pelaksanaan Gebrak Pagi dijadwalkan berlangsung setiap Senin, Selasa, dan Kamis, mulai pukul 06.30 hingga 08.00 WIB.
1.420 Personel Diterjunkan ke Titik Rawan Macet
Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa program Gebrak Pagi merupakan upaya memperkuat pengawasan dan penanganan lalu lintas melalui keterlibatan langsung jajaran Dishub di lapangan.
Dari total 1.420 personel yang dikerahkan, sebanyak 595 personel ditugaskan khusus dalam program Gebrak Pagi.
Sementara itu, 825 personel lainnya merupakan petugas pengaturan lalu lintas rutin yang turut mendukung pelaksanaannya.
Para petugas ditempatkan di sejumlah titik prioritas untuk memantau kondisi jalan, mengidentifikasi hambatan, serta membantu mengendalikan arus kendaraan pada periode sibuk pagi hari.
Program ini juga melibatkan pejabat struktural Dishub, mulai dari kepala dinas, wakil kepala dinas, pejabat eselon III dan IV, staf, hingga Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Pengaturan Lalu Lintas Diperkuat di Kawasan Proyek
Salah satu perhatian dalam pelaksanaan Gebrak Pagi adalah kawasan yang terdampak pekerjaan konstruksi dan proyek strategis nasional (PSN).
Di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jalan MH Thamrin, misalnya, sejumlah pekerjaan konstruksi menyebabkan beberapa lajur jalan tidak dapat digunakan secara optimal.
Kondisi tersebut membutuhkan pengaturan arus kendaraan agar kepadatan dapat ditangani dengan lebih baik.
Dishub DKI Jakarta menilai kehadiran petugas secara langsung dapat membantu mengidentifikasi permasalahan di lapangan sekaligus mempercepat koordinasi penanganan sesuai kondisi yang ditemukan.
Meski demikian, Dishub menyadari bahwa kemacetan Jakarta tidak dapat diselesaikan hanya melalui penambahan personel dalam waktu singkat.
Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mengurangi hambatan perjalanan dan meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Jam Sibuk Pagi Menjadi Fokus Penanganan
Pelaksanaan Gebrak Pagi pada pukul 06.30-08.00 WIB didasarkan pada pemantauan volume lalu lintas di 48 ruas jalan selama Juli hingga September 2026.
Hasil pemantauan tersebut menunjukkan bahwa volume kendaraan rata-rata cenderung lebih tinggi pada Senin, Selasa, dan Kamis.
Periode pukul 07.00-08.00 WIB tercatat sebagai salah satu waktu tersibuk pada pagi hari.
Temuan itu menjadi dasar bagi Dishub DKI Jakarta untuk memperkuat pengaturan lalu lintas pada hari dan jam yang dinilai membutuhkan perhatian lebih.
Selain mengerahkan personel, Dishub juga akan mengevaluasi pelaksanaan program untuk menentukan kemungkinan pengembangan, termasuk penambahan titik penugasan, hari pelaksanaan, maupun jumlah petugas.
Masyarakat Diminta Ikut Menjaga Kelancaran Jalan
Upaya mengurangi kemacetan tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan seluruh pengguna jalan.
Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu lalu lintas, tidak berhenti atau memarkir kendaraan sembarangan, serta mengikuti arahan petugas ketika melintas di kawasan yang sedang diatur.
Kepatuhan terhadap aturan tersebut diharapkan dapat membantu mencegah hambatan tambahan, khususnya di persimpangan dan ruas jalan dengan volume kendaraan tinggi.
Melalui program Gebrak Pagi, Dishub DKI Jakarta berupaya memperkuat pengendalian lalu lintas melalui kehadiran langsung petugas dan koordinasi di sejumlah titik prioritas.
Program ini diharapkan dapat mendukung perjalanan warga Jakarta agar lebih lancar, aman, dan nyaman, terutama saat masyarakat berangkat bekerja maupun beraktivitas pada pagi hari.

