Agar Puasa Sah, Bacaan Niat Puasa Ramadhan 2026 yang Benar, Umat Muslim Wajib Paham!
HAIJAKARTA.ID- Bacaan niat puasa Ramadhan jadi salah satu hal yang tidak boleh dilupakan saat menjalankan ibadah puasa.
Selain sebagai waktu untuk menahan lapar dan haus, Ramadan juga merupakan kesempatan memperbanyak ibadah serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Meski kerap dianggap sederhana, niat memiliki kedudukan penting karena menjadi penentu sah atau tidaknya puasa yang dijalankan.
Niat puasa bukan sekadar bacaan di lisan, melainkan tekad dalam hati untuk melaksanakan puasa Ramadan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Dengan memahami bacaan dan makna niat sejak awal, umat Muslim diharapkan dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih mantap dan penuh kesadaran.
Pentingnya Niat dalam Puasa Ramadan
Dalam ajaran Islam, niat menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa. Pada puasa Ramadan, niat wajib dilakukan pada malam hari, mulai sejak terbenamnya matahari hingga sebelum terbit fajar.
Tanpa niat, puasa Ramadan tidak dianggap sah meskipun seseorang telah menahan makan dan minum sepanjang hari.
Lebih dari itu, niat juga menegaskan tujuan utama puasa, yakni menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keimanan serta mengharap pahala.
Oleh karena itu, memahami makna niat sama pentingnya dengan menghafal lafaznya.
Bacaan Niat Puasa Ramadan Harian
Berikut bacaan niat puasa Ramadan yang umum diamalkan oleh umat Islam:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i fardhi syahri ramadhâna hâdzihis sanati lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Bacaan niat tersebut dapat dilakukan sejak malam hari hingga sebelum waktu fajar. Selain dilafalkan, niat juga sah apabila diucapkan di dalam hati.
Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh
Selain niat harian, sebagian umat Islam juga mengenal bacaan niat puasa Ramadan untuk satu bulan penuh, yang merujuk pada pendapat sebagian ulama.
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma jami‘i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Aku berniat berpuasa sepanjang bulan Ramadan tahun ini sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”
Meski demikian, mayoritas ulama tetap menganjurkan niat dilakukan setiap malam untuk memastikan kesempurnaan ibadah puasa.
Waktu membaca niat puasa Ramadan dimulai sejak magrib hingga sebelum fajar. Banyak umat Muslim membiasakan membaca niat setelah salat Tarawih atau saat sahur agar tidak terlewat.
Dengan memahami bacaan, waktu, serta makna niat puasa, diharapkan umat Muslim dapat menyambut Ramadan 2026 dengan persiapan ibadah yang lebih baik dan penuh kekhusyukan.
