sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Akses transportasi umum untuk disabilitas menjadi sorotan setelah seorang warga Jakarta penyandang disabilitas menggunakan kursi rodanya menyampaikan keluhannya langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Pranomo Anung, keluhan tersebut disampaikan usai peresmian dibuka kembali JPO Halte transjakarta MH Thamrin, Sarinah, jakarta Pusat pada Senin, (2/3/3036).

Seorang warga tersebut bernama Catur, yang sehari-hari menggunakan transportasi umum, menilai fasilitas ramah disabilitas di Jakarta masih belum merata. Meskipun sejumlah halte telah dilengkapi akses khusus, masih banyak titik yang belum sepenuhnya mendukung mobilitas penyandang disabilitas.

Baru 55 Halte Dinilai Aksesibel

Menurut Catur, saat ini baru sekitar 55 halte yang telah dinilai aksesibel bagi penyandang disabilitas. Sementara itu, halte lainnya masih belum memiliki fasilitas pendukung yang memadai.

“Kalau tidak salah yang sudah ada itu 55 halte ya, 55 halte yang sudah aksesibel untuk teman-teman disabilitas, tetapi sisanya itu masih ada yang belum,” ucap Catur.

Ia berharap pemerintah dapat memperluas fasilitas ramah disabilitas di seluruh jaringan transportasi umum agar pengguna kursi roda dan penyandang disabilitas lainnya dapat bepergian dengan lebih mudah dan mandiri.

Soroti Tinggi Halte dan Bus

Selain jumlah halte yang belum merata, Catur juga menyoroti layanan halte dan armada bus Minitrans maupun Transjakarta yang dinilai masih sulit diakses bagi pengguna kursi roda. Ia menyebut ketinggian halte dan bus menjadi kendala utama bagi pengguna kursi roda.

“Itu kan haltenya masih tinggi-tinggi ya, busnya masih tinggi-tinggi. Jadi saya harap itu bisa ada yang lebih rendah karena kebetulan saya tinggal di Panggilingan rumahnya, dan Minitrans itu tinggi-tinggi,” ungkap Catur.

Tak hanya soal penambahan fasilitas, catur juga menekankan pentingnya perawatan sarana yang sudah tersedia, termasuk lift ramah disabilitas di JPO.

“Harapan saya lift-nya jangan sampau mati,” katanya.

Sebagai informasi, JPO Sarinah menjadi salah satu titik yang kini dilengkapi lift untuk memudahkan penyandang disabilitas mengakses transportasi umum. Namun, Catur berharap fasilitas tersebut tidak hanya tersedia, tetapi juga dirawat secara berkala agar dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.