Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Banyak dari penumpang mempertanyakan apa alasan harga tiket kereta api Lebaran 2026 mahal.

Lonjakan tarif perjalanan jarak jauh dirasakan sangat jelas terlihat dibanding hari biasa.

Alasan Harga Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Mahal

Keluhan tersebut viral di media sosial X. Seorang pengguna akun @cmbhsht menuliskan kebingungannya soal harga tiket yang melonjak tajam.

“Entah cuma perasaan saya atau memang tarif kereta sekarang jadi mahal sekali,” tulisnya, Senin (2/2).

Keluhan serupa disampaikan penumpang lain. Ia mengaku harga tiket kereta api jarak jauh bisa lebih mahal hingga Rp200 ribu dibandingkan periode non-Lebaran 2026.

“Saya cek lagi, kalau bukan musim Lebaran bisa beda sampai Rp200 ribu,” tulis akun @h**wtty*.

Penjelasan KAI

Menanggapi keluhan tersebut, Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba menjelaskan bahwa tiket yang saat ini tersedia masih merupakan layanan reguler.

Kereta tambahan dan program potongan harga belum dirilis.

“Sekarang yang tersedia masih kereta reguler. Layanan tambahan beserta diskon memang belum dibuka,” ujar Anne saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (3/2).

Anne memastikan KAI tengah menyiapkan kereta tambahan sekaligus promo tarif untuk periode mudik Lebaran 2026.

“Untuk kereta ekstra dan potongan harga sedang dalam proses dan akan segera kami umumkan,” katanya.

Penjelasan ini sekaligus menjawab sebagian alasan harga tiket kereta api Lebaran 2026 mahal, karena kuota murah dari kereta tambahan belum dilepas ke publik.

Pemerintah Siapkan Stimulus Rp12,83 Triliun

Sementara itu, pemerintah telah menyiapkan paket stimulus senilai Rp12,83 triliun guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung mobilitas selama Lebaran 2026.

Stimulus tersebut mencakup diskon transportasi lintas moda hingga bantuan sosial pangan yang akan digulirkan pada kuartal pertama tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan itu dirancang untuk merespons kondisi ekonomi dalam negeri serta mendorong pergerakan ekonomi di awal tahun.

“Dalam jangka pendek, pemerintah menyiapkan paket stimulus sesuai kondisi ekonomi nasional. Totalnya Rp12,83 triliun untuk menopang daya beli masyarakat dan mobilitas,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Shangri-La Jakarta, Selasa (3/2).

Airlangga menambahkan, stimulus Lebaran 2026 akan difokuskan pada potongan biaya transportasi lintas sektor.

Untuk penerbangan, pemerintah memberikan diskon hingga sekitar 16 persen melalui kebijakan PPN ditanggung pemerintah bagi tiket pesawat kelas ekonomi rute domestik.

“PPN ditanggung pemerintah khusus untuk pesawat kelas ekonomi dan penerbangan dalam negeri. Besarannya sama seperti tahun lalu,” jelas Airlangga.

Dengan demikian, alasan harga tiket kereta api Lebaran 2026 mahal saat ini dipengaruhi oleh masih berlakunya tarif kereta reguler, sementara kereta tambahan dan diskon belum resmi diluncurkan.

Masyarakat diimbau menunggu pengumuman lanjutan dari KAI terkait promo mudik Lebaran.