Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Amalan utama malam Lallilatul Qodar menurut para ulama, apa saja?

Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling mulia dalam ajaran Islam.

Malam yang terjadi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan ini disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Karena keutamaannya yang luar biasa, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh pada malam tersebut.

Para ulama menjelaskan bahwa terdapat beberapa amalan utama yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika seorang Muslim berharap dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Amalan-amalan ini bersumber dari hadis dan penjelasan para ulama klasik.

Keutamaan Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Keutamaan malam Lailatul Qadar disebutkan dalam berbagai hadis. Salah satunya adalah hadis riwayat Imam Bukhari yang menjelaskan bahwa orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa menegakkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

(HR. Bukhari)

Hadis tersebut menunjukkan betapa besar keutamaan bagi umat Islam yang berusaha menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah.

Empat Amalan Utama di Malam Lailatul Qadar

Berdasarkan penjelasan para ulama, terdapat beberapa amalan yang paling dianjurkan dilakukan pada malam Lailatul Qadar.

Amalan ini merupakan praktik ibadah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika menjalani malam-malam terakhir bulan Ramadan.

1. Melaksanakan Shalat Malam

Salah satu ibadah yang paling dianjurkan pada malam Lailatul Qadar adalah shalat malam, khususnya shalat tahajud.

Ulama besar seperti Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa “menegakkan malam Lailatul Qadar” berarti menghidupkan malam tersebut dengan berbagai bentuk ibadah, terutama shalat malam.

Rasulullah SAW sendiri dikenal memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan, termasuk melakukan shalat malam dengan bacaan Al-Qur’an yang tartil dan penuh kekhusyukan.

2. Membaca Al-Qur’an

Selain shalat malam, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar.

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW membaca Al-Qur’an dengan penuh penghayatan.

Ketika membaca ayat tentang rahmat Allah, beliau berdoa memohon kebaikan. Sementara saat membaca ayat yang berisi ancaman atau azab, beliau memohon perlindungan kepada Allah.

Cara ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga disertai dengan pemahaman dan perenungan makna ayat.

3. Memperbanyak Doa

Beberapa ulama bahkan menilai bahwa memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar merupakan amalan yang sangat utama.

Ulama tabi’in terkenal, Sufyan At-Tsauri, menyebutkan bahwa ia lebih menyukai memperbanyak doa pada malam tersebut dibandingkan memperbanyak shalat tanpa doa.

Ia mengatakan bahwa jika seseorang membaca Al-Qur’an sekaligus berdoa dan memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka hal tersebut sangat baik dan berpeluang besar dikabulkan oleh Allah SWT.

4. Tafakur atau Merenungkan Kebesaran Allah

Amalan lain yang sering kali terlupakan adalah tafakur, yaitu merenungkan kebesaran Allah serta memperdalam kesadaran spiritual.

Ibnu Rajab menjelaskan bahwa menggabungkan beberapa bentuk ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan tafakur merupakan bentuk ibadah yang paling sempurna pada malam Lailatul Qadar maupun malam-malam lainnya.

Dengan tafakur, seorang Muslim dapat meningkatkan keimanan, kesadaran diri, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Doa yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa khusus yang dianjurkan dibaca ketika seorang Muslim berharap mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Doa tersebut diriwayatkan dari Aisyah RA. Ketika ia bertanya kepada Rasulullah mengenai doa yang sebaiknya dibaca jika bertemu Lailatul Qadar, Nabi SAW menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

(HR. Ahmad)

Doa ini dianjurkan untuk dibaca berulang kali pada malam-malam terakhir Ramadan sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT.

Menggabungkan Berbagai Ibadah adalah Amalan Terbaik

Para ulama menegaskan bahwa cara terbaik untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar adalah dengan menggabungkan beberapa bentuk ibadah sekaligus, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, dan melakukan tafakur.

Dengan menjalankan berbagai amalan tersebut, seorang Muslim diharapkan dapat memperoleh keberkahan dan kemuliaan malam yang nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan meningkatkan kualitas spiritual.