Arus Balik Lebaran 2026: Contraflow KM 70–47 Tol Japek Diberlakukan, One Way Disiapkan!
HAIJAKARTA.ID- Arus balik lebaran 2026, rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan di sejumlah ruas Tol Trans Jawa.
Salah satunya adalah sistem contraflow di Tol Jakarta–Cikampek (Japek) yang diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan menuju arah Jakarta.
Contraflow KM 70–47 Mulai Diberlakukan
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama pihak Kepolisian resmi menerapkan contraflow dari KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta pada Jumat (27/3/2026) mulai pukul 08.49 WIB.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan volume kendaraan yang signifikan saat arus balik Lebaran.
Vice President Corporate Secretary JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini bertujuan menjaga kelancaran sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Kami mendukung penuh kebijakan Kepolisian agar arus kendaraan tetap terkendali dan tidak terjadi penumpukan parah, terutama di periode arus balik,” ujarnya.
Optimalisasi Gerbang Tol dan Layanan Lapangan
Untuk mempercepat arus kendaraan, pengelola tol juga melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya:
- Mengoperasikan hingga 22 gardu transaksi di Gerbang Tol Cikampek Utama arah Jakarta
- Menyiagakan petugas di lapangan untuk pengaturan lalu lintas
- Memberikan bantuan langsung kepada pengguna jalan
Pengguna jalan diimbau agar:
- Mengatur rute perjalanan sejak awal
- Memastikan kendaraan dalam kondisi prima
- Menjaga jarak aman
- Mematuhi rambu dan arahan petugas
- Mengisi saldo uang elektronik sebelum masuk tol
- One Way Lokal Disiapkan Jelang Puncak Arus Balik
Selain contraflow, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri juga menyiapkan skema one way lokal tahap pertama yang direncanakan berlaku pada 28–29 Maret 2026.
Skema ini diperkirakan akan dimulai dari:
- KM 188 Tol Cipali atau
- KM 263 Tol Pejagan
- menuju arah Jakarta.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyebut keputusan akhir akan melihat kondisi lalu lintas di lapangan.
“Jika arus kendaraan masih tinggi, tidak menutup kemungkinan one way diperpanjang hingga KM 414 Tol Kalikangkung,” jelasnya.
Kondisi Lalu Lintas dan Kendala di Lapangan
Berdasarkan pemantauan, arus kendaraan dari arah Jawa Tengah hingga Jawa Barat masih relatif lancar, dengan kecepatan rata-rata 60–70 km/jam.
Namun, kepadatan mulai terasa saat mendekati wilayah Jakarta, khususnya di sekitar KM 20, yang dipicu oleh:
- Kendaraan berhenti di bahu jalan
- Rest area penuh dan tidak mampu menampung kendaraan
- Pengemudi yang kelelahan
Situasi ini menjadi perhatian utama petugas karena berpotensi memicu kemacetan panjang.
Imbauan untuk Pemudik Arus Balik
Petugas mengingatkan para pemudik agar tidak memaksakan diri saat lelah dan memanfaatkan rest area secara bijak.
Jika rest area penuh, disarankan keluar tol sementara untuk beristirahat di tempat alternatif.
Selain itu, disiplin berlalu lintas dan mengikuti skema rekayasa yang diberlakukan menjadi kunci utama agar perjalanan arus balik tetap aman dan lancar.
Penerapan contraflow dan rencana one way menjadi strategi penting dalam mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2026.
Kolaborasi antara pengelola tol dan Kepolisian diharapkan mampu menjaga kelancaran perjalanan masyarakat hingga kembali ke wilayah Jabodetabek dengan aman.
