sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar tidak bermain petasan di Jakarta menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H, terutama saat malam takbiran.

Larangan ini diberlakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga ketertiban umum.

Sanksi Bermain Petasan di Jakarta

Bagi warga yang tetap nekat menyalakan petasan, pemerintah akan memberlakukan sanksi tegas berupa hukuman kurungan hingga 180 hari atau denda maksimal Rp50 juta.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menegaskan bahwa penggunaan petasan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik bagi individu maupun lingkungan sekitar.

“Kami dari Satpol PP mengingatkan warga untuk tidak menyalakan petasan karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, berpotensi menimbulkan kebakaran, serta dapat memicu bentrokan antar kelompok,” ujar Satriadi.

Selain itu, petasan juga dapat mengganggu ketertiban umum serta menyebabkan kebisingan yang berlebihan di lingkungan permukiman.

Sosialisasi Larangan Bermain Petasan

Satriadi menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi larangan bermain petasan melalui berbagai kanal komunikasi dan kegiatan masyarakat di seluruh wilayah Jakarta.

Sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran warga akan bahaya petasan menjelang malam takbiran.

“Kami berharap masyarakat bisa memahami dan menaati aturan ini agar malam takbiran tetap berlangsung dengan aman, nyaman, dan kondusif bagi semua warga Jakarta,” imbuhnya.

Dengan adanya larangan ini, Pemprov DKI Jakarta berharap seluruh warga dapat merayakan Idulfitri dengan aman tanpa adanya gangguan dari suara ledakan petasan atau insiden yang tidak diinginkan.

Aktivitas Positif Malam Takbir

Ada banyak aktivitas positif yang bisa dilakukan saat malam takbiran, seperti:

1. Mengumandangkan Takbir Bersama

Mengikuti takbiran di masjid atau musala bersama keluarga dan tetangga.

2. Pawai Obor

Beberapa wilayah masih mempertahankan tradisi pawai obor yang meriah dan penuh kebersamaan.

3. Membagikan Santunan atau Sedekah

Malam takbiran bisa menjadi momen berbagi dengan mereka yang membutuhkan, seperti anak yatim atau fakir miskin.

4. Menyiapkan Hidangan Lebaran

Bersama keluarga, bisa memasak ketupat, opor ayam, atau kue-kue khas Lebaran.

5. Silaturahmi dan Berkumpul dengan Keluarga

Menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga sebelum salat Idulfitri.

6. Membersihkan dan Menghiasi Rumah

Agar rumah lebih bersih dan nyaman saat Lebaran.

7. Mengunjungi Makam Keluarga

Mendoakan keluarga yang telah berpulang sebagai bagian dari tradisi sebelum Lebaran.