Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir, Penutup Ibadah Malam Ramadan yang Sarat Keberkahan!
HAIJAKARTA.ID- Bagaimana bacaan doa setelah sholat Tarawih dan Witir? Bulan suci Ramadan selalu menjadi waktu yang dinanti umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Selain menjalankan ibadah puasa, Ramadan juga identik dengan berbagai amalan sunah yang pahalanya berlipat ganda.
Salah satu yang paling terasa suasananya adalah salat Tarawih yang dilaksanakan setiap malam setelah salat Isya, kemudian ditutup dengan salat Witir.
Masjid-masjid di berbagai daerah tampak penuh oleh jamaah dari berbagai usia. Dari anak-anak hingga orang tua, semua berbondong-bondong hadir untuk meraih keberkahan malam Ramadan.
Salat Tarawih bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi momentum spiritual untuk memperbaiki diri, memperbanyak doa, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.
Setelah Tarawih, umat Islam dianjurkan melanjutkan dengan salat Witir sebagai penutup ibadah malam.
Salat ini memiliki keistimewaan tersendiri karena jumlah rakaatnya ganjil dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Tidak sedikit hadis yang menjelaskan keutamaan Witir sebagai penyempurna qiyamul lail.
Namun, ibadah malam Ramadan tidak berhenti pada salam terakhir salat. Para ulama menganjurkan umat Muslim untuk membaca doa dan wirid setelah Tarawih dan Witir sebagai bentuk penghambaan dan permohonan kepada Allah SWT.
Doa Setelah Tarawih
Dalam tradisi masyarakat Muslim Indonesia, doa setelah salat Tarawih biasanya dibaca panjang dan penuh makna.
Isi doanya mencerminkan harapan besar seorang hamba kepada Tuhannya, antara lain:
- Memohon kesempurnaan iman
- Agar selalu menjaga salat dan kewajiban agama
- Diberi kesabaran menghadapi ujian hidup
- Dijauhkan dari keburukan dunia
- Dimasukkan ke dalam surga dan diselamatkan dari api neraka
Doa ini juga menyebutkan harapan agar kelak dikumpulkan bersama para nabi, orang-orang saleh, syuhada, dan hamba Allah yang diridhai.
Maknanya sangat dalam karena bukan hanya meminta kebaikan dunia, tetapi juga keselamatan di akhirat.
Inilah yang menjadikan doa setelah Tarawih sebagai momen refleksi diri mengingat tujuan hidup bukan sekadar duniawi, melainkan kebahagiaan abadi di sisi Allah SWT.
Doa Setelah Witir: Memohon Keimanan, Ilmu, dan Amal Saleh
Sementara itu, doa setelah salat Witir lebih menekankan pada permohonan kualitas diri seorang Muslim. Di antaranya:
- Iman yang terus terjaga dan tidak goyah
- Hati yang khusyuk dalam beribadah
- Ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan
- Amal saleh yang diterima Allah SWT
- Kesehatan, ampunan, serta kecukupan rezeki
Doa ini mencerminkan kebutuhan manusia secara menyeluruh spiritual, intelektual, dan jasmani.
Ramadan menjadi waktu terbaik untuk memohon semua itu karena setiap doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Wirid Singkat Penyejuk Hati Setelah Witir
Selain doa panjang, terdapat pula wirid yang dianjurkan dibaca setelah Witir, antara lain:
- Syahadat sebagai penguat tauhid
- Istighfar untuk memohon ampunan dosa
- Permohonan ridha dan surga Allah
- Tasbih “Subhānal Malikil Quddūs” sebanyak tiga kali
- Doa ampunan yang sangat populer di malam Ramadan
Wirid ini berfungsi sebagai penutup ibadah malam yang menenangkan hati, membersihkan jiwa, serta memperkuat hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.
Penutup dengan Niat Puasa Esok Hari
Di banyak masjid di Indonesia, rangkaian doa dan wirid setelah Witir sering diakhiri dengan pembacaan niat puasa Ramadan untuk keesokan hari.
Tradisi ini menjadi pengingat bahwa ibadah malam dan ibadah siang saling berkaitan Tarawih, Witir, lalu puasa yang dijalani dengan penuh keikhlasan.
Berbagai bacaan doa dan wirid ini dirangkum dari sumber-sumber tepercaya yang secara rutin mengulas tuntunan ibadah Ramadan berdasarkan rujukan ulama dan kitab klasik.
Ramadan, Momentum Memperbaiki Diri
Salat Tarawih dan Witir bukan hanya rangkaian ibadah malam, tetapi juga sarana introspeksi diri.
Doa-doa yang dipanjatkan mengajarkan umat Islam untuk selalu berharap pada ampunan Allah, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas iman.
Dengan mengamalkan doa setelah Tarawih dan Witir secara rutin, diharapkan setiap Muslim mampu meraih keberkahan Ramadan secara utuh bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Semoga Ramadan tahun ini menjadi titik balik menuju pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih taat dalam menjalani kehidupan.

