Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Bacaan niat sahur dan buka puasa sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW yang dianjurkan, begini tata caranya!

Memasuki bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa sebagai salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan.

Selain menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, Ramadan juga menjadi momentum memperbanyak amal ibadah karena setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya.

Dua momen penting yang selalu hadir setiap hari selama Ramadan adalah sahur dan berbuka puasa.

Sahur menjadi bekal fisik sekaligus spiritual sebelum berpuasa, sementara berbuka merupakan waktu penuh syukur setelah seharian menahan diri.

Dalam ajaran Islam, kedua momen ini dianjurkan disertai niat dan doa agar ibadah semakin bernilai di sisi Allah SWT.

Niat Sahur Puasa Ramadan

Menurut penjelasan dari Kementerian Agama Republik Indonesia, sahur adalah aktivitas makan dan minum sebelum waktu imsak sebagai persiapan menjalankan puasa.

Rasulullah SAW sangat menganjurkan sahur karena di dalamnya terdapat keberkahan.

Berikut bacaan niat puasa Ramadan yang biasa dibaca saat sahur:

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta‘ala.

Artinya:

“Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Niat ini menjadi bentuk kesadaran hati bahwa puasa yang dijalani semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT, bukan sekadar menahan lapar.

Doa Buka Puasa yang Dianjurkan

Saat azan magrib berkumandang, umat Islam disunnahkan segera membatalkan puasa. Waktu berbuka juga termasuk momen mustajab untuk berdoa, sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

Salah satu doa yang sering diamalkan berbunyi:

Arab:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Latin:

Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu bi rahmatika ya arhamar rahimin.

Artinya:

“Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih.”

Selain itu, terdapat doa lain yang diriwayatkan dalam hadis:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Artinya:

“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap insya Allah.”

Keutamaan Doa Saat Berbuka

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa doa orang yang berpuasa saat berbuka tidak akan tertolak.

Hal ini menegaskan betapa istimewanya waktu berbuka sebagai kesempatan memohon ampunan, rezeki, dan kebaikan hidup.

Beberapa ulama yang juga dirujuk oleh Majelis Ulama Indonesia menjelaskan bahwa meskipun sebagian hadis tentang doa berbuka memiliki perbedaan penilaian sanad, doa-doa tersebut tetap boleh diamalkan karena mengandung makna kebaikan dan tidak bertentangan dengan syariat.

Ramadan, Bulan Penuh Ibadah dan Kepedulian

Selain sahur dan berbuka, Ramadan juga identik dengan berbagai amalan utama seperti:

  • Sholat tarawih berjamaah
  • Membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an
  • Bersedekah, terutama memberi makan orang berbuka
  • I’tikaf di sepuluh malam terakhir

Semua amalan tersebut dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk peningkatan ketakwaan di bulan penuh rahmat ini.

Niat sahur dan doa berbuka puasa bukan sekadar bacaan rutin, tetapi menjadi penguat spiritual agar ibadah puasa semakin bermakna.

Dengan niat yang tulus dan doa penuh harap, Ramadan dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan penuh keberkahan.

Semoga kita semua diberi kekuatan untuk menunaikan ibadah puasa dengan sempurna serta meraih ampunan dan pahala berlipat ganda di bulan suci ini.