Bahlil Dorong Transjakarta Beralih ke Hidrogen, Pemprov DKI Siapkan Infrastruktur Pendukung!
HAIJAKARTA.ID- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengkaji pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi alternatif untuk transportasi umum.
Wacana ini muncul setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan agar armada Transjakarta memanfaatkan bahan bakar hidrogen sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih di sektor transportasi.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Menurutnya, komunikasi dengan Kementerian ESDM telah dilakukan untuk membahas peluang penerapan teknologi hidrogen, termasuk koordinasi bersama PT PLN (Persero) sebagai pihak yang turut mengembangkan ekosistem hidrogen di Indonesia.
Pramono mengungkapkan bahwa Menteri ESDM telah meminta Direktur Utama PLN untuk berkoordinasi mengenai kemungkinan penggunaan hidrogen pada layanan Transjakarta maupun sistem transportasi Transjabodetabek di masa mendatang.
Infrastruktur Jadi Prioritas
Meski mendukung gagasan tersebut, Pemprov DKI Jakarta menegaskan bahwa implementasi kendaraan berbahan bakar hidrogen tidak dapat dilakukan secara instan.
Pemerintah akan lebih dahulu menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari infrastruktur pengisian hidrogen, kesiapan teknologi kendaraan, hingga aspek keselamatan operasional.
Pramono menegaskan seluruh persiapan harus dimatangkan sebelum kebijakan diterapkan secara luas. Menurutnya, masyarakat akan diinformasikan setelah seluruh infrastruktur dan kajian teknis dinilai siap.
Langkah tersebut dinilai penting agar penerapan teknologi baru dapat berjalan efektif tanpa mengganggu pelayanan transportasi publik yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas warga Jakarta.
Mendukung Target Transportasi Ramah Lingkungan
Rencana pemanfaatan hidrogen sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam membangun sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Selama beberapa tahun terakhir, Transjakarta telah mengoperasikan armada bus listrik sebagai bagian dari program pengurangan emisi karbon.
Penggunaan hidrogen dipandang sebagai alternatif energi bersih yang menghasilkan emisi sangat rendah karena produk samping prosesnya berupa uap air.
Teknologi ini juga dinilai memiliki keunggulan dalam waktu pengisian bahan bakar yang relatif cepat dibandingkan kendaraan listrik berbasis baterai untuk beberapa jenis operasional.
PLN Kembangkan Ekosistem Hidrogen
Di sisi lain, PT PLN (Persero) terus mengembangkan ekosistem hidrogen nasional melalui pemanfaatan hidrogen hijau (green hydrogen) yang dihasilkan dari proses elektrolisis menggunakan energi rendah emisi.
Pengembangan tersebut menjadi salah satu strategi perusahaan dalam mendukung target transisi energi nasional menuju emisi karbon yang lebih rendah.
Kolaborasi antara Kementerian ESDM, PLN, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan mampu mempercepat lahirnya transportasi publik berbasis energi bersih di Indonesia.
Masih Tahap Kajian
Hingga saat ini belum ada jadwal resmi mengenai kapan armada Transjakarta berbahan bakar hidrogen akan mulai beroperasi.
Pemprov DKI Jakarta menegaskan proyek tersebut masih berada pada tahap pembahasan dan persiapan infrastruktur.
Apabila seluruh aspek teknis, regulasi, dan fasilitas pendukung telah siap, pemerintah akan mengumumkan langkah implementasi kepada masyarakat secara terbuka.

