Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Bank BUMN jadi motor pembangunan nasional untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat.

Mulai dari penguatan UMKM, ketahanan pangan, pembangunan desa, hingga peningkatan kualitas gizi masyarakat, semuanya membutuhkan dukungan pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan.

Di sinilah peran bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi sangat krusial.

Bank pelat merah tak hanya bertindak sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan nasional.

Tiga bank besar milik negara yaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, dan Bank Syariah Indonesia tercatat berada di garda terdepan dalam mendukung program-program prioritas tersebut.

Bank Mandiri Perluas Akses Pembiayaan UMKM dan Ekonomi Desa

Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, Bank Mandiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

Fokus utama diarahkan pada perluasan akses pembiayaan produktif, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sepanjang tahun 2025, Bank Mandiri berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp41 triliun kepada sekitar 360 ribu pelaku UMKM di berbagai sektor produktif seperti perdagangan, pertanian, industri rumah tangga, hingga jasa.

Penyaluran KUR ini tidak dilakukan secara sembarangan. Bank Mandiri tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent banking), menjaga kualitas kredit tetap sehat, serta memastikan pembiayaan benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, Bank Mandiri juga aktif mendukung program sosial pemerintah, salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam program ini, Bank Mandiri memberikan pembiayaan kepada 147 mitra pelaksana, yang bertugas menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Di sektor pedesaan, peran Bank Mandiri semakin terasa melalui:

  • Pengelolaan lebih dari 4.700 rekening koperasi desa dan kelurahan Merah Putih
  • Pembukaan sekitar 3.700 rekening BUMDes dan BUMDesma sebagai motor ekonomi lokal

Langkah ini bertujuan memperkuat perputaran ekonomi desa agar lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada pusat.

Dalam aspek tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), Bank Mandiri sepanjang 2025 telah menjalankan lebih dari 1.174 program, meliputi:

  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat
  • Penyediaan air bersih
  • Program gizi dan kesehatan
  • Pelatihan peningkatan kapasitas warga

Bank Mandiri juga aktif menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam di berbagai wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

BNI Dorong Digitalisasi dan Pembiayaan Sektor Strategis Nasional

Sementara itu, BNI terus memperkuat posisinya sebagai bank nasional yang berkapabilitas global sekaligus instrumen penting pembangunan negara.

Fokus pembiayaan BNI diarahkan pada sektor-sektor strategis seperti:

  • Pendidikan dan kesehatan
  • Ketahanan pangan
  • Penguatan ekonomi desa
  • Sektor riil pencipta lapangan kerja

Dalam Program Makan Bergizi Gratis, BNI tak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga mempercepat digitalisasi transaksi melalui penggunaan virtual account dan layanan korporasi BNIdirect.

Langkah ini bertujuan menciptakan sistem pembayaran yang transparan, efisien, dan mudah dipantau.

Pada Program Sekolah Rakyat, BNI turut membangun ekosistem keuangan digital dengan:

  • Pembukaan rekening siswa dan tenaga pendidik
  • Layanan perbankan digital sekolah
  • Penguatan jaringan Agen46 hingga pelosok daerah

Tak kalah penting, BNI dipercaya menyalurkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Kementerian Keuangan ke berbagai sektor produktif seperti:

  • Industri pengolahan
  • Perdagangan
  • Konstruksi
  • Pertanian, kehutanan, dan perikanan

Seluruh pembiayaan ini dijalankan dengan prinsip kehati-hatian guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

BSI Perkuat Ekonomi Syariah, UMKM, dan Perumahan Rakyat

Dari sisi perbankan syariah, BSI tampil sebagai pemain utama yang mendorong pembiayaan berbasis prinsip ekonomi Islam untuk sektor produktif.

BSI mendapatkan amanah menyalurkan dana SAL sebesar Rp10 triliun, yang seluruhnya dialokasikan ke sektor usaha produktif.

Selain itu, dalam Program Makan Bergizi Gratis, BSI menyediakan 1.350 virtual account bagi mitra pelaksana untuk mendukung transparansi dan efisiensi keuangan.

Dukungan terhadap UMKM juga sangat masif. Sepanjang 2025:

  • BSI menyalurkan KUR sebesar Rp12,2 triliun
  • Menjangkau sekitar 90 ribu nasabah UMKM di berbagai daerah

Di sektor desa, BSI aktif mengembangkan koperasi desa Merah Putih sebagai pusat kegiatan ekonomi rakyat berbasis syariah.

Untuk sektor perumahan rakyat, sejak proses merger hingga kini, BSI telah menyalurkan:

  • Pembiayaan rumah subsidi FLPP senilai Rp3,5 triliun
  • Setara dengan sekitar 23.000 unit rumah subsidi

Capaian ini menjadi kontribusi nyata BSI dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki hunian layak.

Jumlah nasabah BSI pun terus tumbuh pesat hingga mencapai 23,1 juta orang, bertambah lebih dari 2 juta nasabah dalam setahun.

Pertumbuhan ini didorong oleh produk haji, emas, layanan prioritas, serta payroll digital.

Dari pembiayaan UMKM hingga program gizi nasional, dari pembangunan desa hingga perumahan rakyat, bank-bank BUMN kini bertransformasi menjadi pilar utama pembangunan ekonomi Indonesia.