Bayi 1 Tahun Jadi Korban Kebakaran Kontrakan di Bogor, Diduga Ibu Ketiduran Saat Memasak
HAIJAKARTA.ID – Kebakaran melanda rumah kontrakan di Kampung Babakan RT 003 RW 009, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Kamis (5/3/2026) malam.
Dalam peristiwa tragis tersebut, bayi 1 tahun jadi korban kebakaran kontrakan di Bogor setelah api melalap bangunan tempat tinggal mereka di kawasan permukiman padat penduduk.
Insiden ini menyebabkan seorang bayi berusia sekitar 1 tahun meninggal dunia.
Dua orang dewasa lainnya mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor untuk mendapatkan perawatan medis.
Bayi 1 Tahun Jadi Korban Kebakaran Kontrakan di Bogor
Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo menjelaskan bahwa terdapat tiga korban dalam kebakaran tersebut dan semuanya berasal dari satu keluarga.
Waluyo menyampaikan bahwa korban terdiri dari tiga penghuni rumah. Ia mengatakan bahwa satu korban adalah balita bernama Zaki yang masih berusia sekitar 1,4 tahun dan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Sementara dua korban lainnya mengalami luka bakar dan telah dibawa ke RS PMI Kota Bogor.
“Iya, korbannya berjumlah 3 orang yakni bayi yang masih berusia 1,4 tahun atas nama Zaki. Kedua orang tuanya mengalami luka bakar dan saat ini sudah dirujuk ke RS,” ujar Waluyo.
Ia juga menambahkan bahwa ketiga korban tersebut merupakan satu keluarga yang tinggal di rumah kontrakan tersebut.
“Ketiga korban satu keluarga. Kita masih cek untuk data lengkapnya,” lanjutnya.
Selain itu, Waluyo juga menjelaskan bahwa saat kejadian ketiga penghuni rumah berada di dalam rumah kontrakan tersebut.
“Penghuninya tiga orang. Termasuk satu balita bernama Zaki yang meninggal dunia. Dua lainnya saat ini sedang dirawat di RS PMI,” kata Waluyo.
Kebakaran Terjadi Menjelang Salat Tarawih
Menurut keterangan kepolisian, kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00 WIB atau menjelang salat tarawih. Saat itu penghuni rumah sedang beraktivitas di dalam rumah.
Waluyo mengungkapkan bahwa sebelum kebakaran terjadi, pemilik rumah diduga sedang memasak menggunakan kompor.
“Dugaannya sementara yang sudah terlihat berasal dari kompor. Kemungkinan pemilik rumah sebelumnya memasak, kemudian tertidur. Saat terbangun, api sudah membesar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa api dengan cepat membesar sehingga sulit dikendalikan oleh penghuni rumah.
“Ketika sadar, kobaran api sudah cukup besar dan menyebar ke bagian rumah lainnya,” ujar Waluyo.
Api Merembet ke Dua Kontrakan Lain
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, M Ade Nugraha, mengatakan bahwa kebakaran pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 19.25 WIB.
Menurutnya, api bermula dari satu rumah kontrakan sebelum akhirnya merembet ke dua kontrakan lain yang berada di sebelahnya.
“Objek yang terbakar merupakan rumah tinggal atau kontrakan. Total ada tiga unit rumah yang terdampak. Sumber api diduga berasal dari tabung gas yang bocor,” kata Ade.
Ia juga menjelaskan identitas korban luka dalam kejadian tersebut.
“Korban luka bakar atas nama Ratna Julianti dan Saud Marpaung. Sementara korban meninggal dunia adalah Zaki yang masih berusia 1,4 tahun,” ujarnya.
Api Dipadamkan Sekitar 20 Menit
Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut, dibantu satu unit kendaraan rescue.
Ade mengatakan proses pemadaman berlangsung relatif cepat.
“Lama pemadaman sekitar 20 menit. Pemadaman dilakukan oleh anggota pemadam kebakaran dan korban kemudian dibawa oleh petugas ke RS PMI,” kata Ade.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB menunjukkan api sudah berhasil dipadamkan. Namun kondisi rumah kontrakan tersebut terlihat hangus dan rusak parah akibat kebakaran.
Beberapa bagian atap rumah dilaporkan jebol, sementara warga sekitar terlihat berkumpul di depan lokasi kejadian untuk menyaksikan proses penanganan kebakaran.

