sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memutuskan untuk tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar di kawasan Gedung DPR RI dan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Senin (15/6/2026).

Meski demikian, organisasi mahasiswa tersebut tetap menyatakan dukungan terhadap gerakan mahasiswa yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap berbagai persoalan nasional.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan.

Ia menjelaskan bahwa saat ini BEM UI masih berada dalam tahap evaluasi pascaaksi yang sebelumnya telah mereka lakukan bersama mahasiswa dari berbagai kampus.

Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk menilai efektivitas gerakan, memperkuat konsolidasi internal, serta menyusun langkah lanjutan yang lebih terarah dalam mengawal berbagai isu yang menjadi perhatian mahasiswa dan masyarakat.

BEM UI Masih Evaluasi Aksi Sebelumnya

Yatalathof mengatakan BEM UI belum mengambil bagian dalam demonstrasi yang berlangsung hari ini karena organisasi tersebut masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

Selain mengevaluasi pelaksanaan aksi, pihaknya juga tengah membangun kembali kekuatan gerakan mahasiswa melalui konsolidasi internal dan komunikasi dengan berbagai elemen mahasiswa lainnya.

“Kami belum ikut untuk aksi hari ini karena masih dalam tahap evaluasi dan membangun kembali gerakan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Langkah evaluasi tersebut dinilai penting agar setiap aksi yang dilakukan mahasiswa tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap isu yang diperjuangkan.

Tetap Dukung Gerakan Mahasiswa

Meskipun tidak mengirimkan massa ke lokasi demonstrasi, BEM UI menegaskan tetap memberikan dukungan moral kepada mahasiswa yang turun ke jalan pada hari ini.

Dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk solidaritas terhadap gerakan mahasiswa yang menyuarakan berbagai tuntutan dan kritik terhadap kondisi yang berkembang di Indonesia.

Yatalathof menilai demonstrasi merupakan salah satu instrumen demokrasi yang sah dan menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.

Menurutnya, berbagai aksi yang dilakukan mahasiswa saat ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa dan upaya untuk mengingatkan pemerintah mengenai berbagai persoalan yang dianggap membutuhkan perhatian serius.

“BEM UI mendukung semua gerakan moral untuk melakukan protes terhadap kondisi Indonesia saat ini,” kata Yatalathof.

Demonstrasi Digelar di DPR dan Kawasan Monas

Pada hari yang sama, sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi diketahui menggelar aksi unjuk rasa di beberapa titik strategis di Jakarta.

Kawasan Gedung DPR RI dan Monas menjadi lokasi utama berkumpulnya massa aksi.

Para mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan isu sosial, ekonomi, dan kebijakan publik.

Aksi tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Sejak pagi, massa aksi mulai berdatangan ke lokasi dengan membawa spanduk, poster, serta berbagai atribut yang berisi tuntutan dan kritik terhadap pemerintah.

Ribuan Personel Diterjunkan untuk Pengamanan

Untuk memastikan demonstrasi berlangsung aman dan tertib, aparat keamanan menyiagakan ribuan personel gabungan di sejumlah titik yang menjadi pusat kegiatan massa.

Pengamanan dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi aksi.

Selain itu, aparat juga melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurangi kepadatan kendaraan akibat konsentrasi massa di sejumlah ruas jalan utama ibu kota.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan mematuhi aturan yang berlaku.

Pendekatan humanis juga terus dikedepankan selama proses pengamanan berlangsung.

Konsolidasi Jadi Fokus BEM UI

Keputusan BEM UI untuk tidak turun dalam aksi kali ini tidak berarti organisasi tersebut menghentikan aktivitas advokasi dan pengawalan isu publik.

Sebaliknya, BEM UI saat ini memilih memperkuat konsolidasi internal agar dapat menyusun strategi gerakan yang lebih matang.

Langkah tersebut dianggap penting mengingat mahasiswa memiliki peran sebagai agen perubahan yang tidak hanya hadir dalam aksi jalanan, tetapi juga melalui kajian, advokasi kebijakan, dan penyampaian gagasan kepada publik.

Dengan melakukan evaluasi dan konsolidasi, BEM UI berharap dapat memperkuat posisi gerakan mahasiswa dalam mengawal berbagai isu nasional yang menyangkut kepentingan rakyat.

Komitmen Mengawal Isu Nasional

Meski tidak ikut dalam demonstrasi hari ini, BEM UI memastikan tetap berkomitmen mengawal berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

Organisasi tersebut juga akan terus melakukan kajian terhadap perkembangan situasi nasional serta membangun komunikasi dengan berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat sipil.

BEM UI menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa tidak hanya diukur dari kehadiran dalam aksi demonstrasi, tetapi juga melalui upaya membangun kesadaran publik, memberikan kritik yang konstruktif, serta mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat.

Ke depan, BEM UI membuka peluang untuk kembali terlibat dalam berbagai gerakan mahasiswa apabila hasil evaluasi dan konsolidasi internal telah selesai dilakukan.

Dengan demikian, setiap langkah yang diambil diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih besar bagi perjuangan mahasiswa maupun masyarakat luas.