BGN Tanggung Biaya Pengobatan Ratusan Siswa di Jaktim yang Diduga Keracunan MBG
HAIJAKARTA.ID – Lebih dari 55 siswa dari 4 sekolah di kawasan Pondok Kelapa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf dan memastokan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” kata Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang Sabtu, (4/4/2026).
BGN Hentikan Operasional SPPG Pondok Kelapa
Sebagai bentuk tanggung jawab, BGN mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Kelapa.
“Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” katanya.
BGN juga memastikan seluruh korban akan mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan tanpa dibebankan biaya.
Diduga Dipicu Makanan Tidak Segar
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (3/4/2026), setelah sebelumnya pada Kamis (2/4/2026) sore pihaj SPPG menerima laporan dari guru terkait siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai menyantap makanan.
Menu yang disajikan saat itu meliputi spageti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.
Berdasarkan dugaan sementara, penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi dalam kondisi tidak segar. Hal ini diduga dipicu oleh jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi.
“BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG,” katanya.
