Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Pertanyaan bolehkah berhubungan di malam lailatul qodar kerap muncul di kalangan umat Muslim, terutama saat memasuki 10 malam terakhir Ramadan.

Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai malam penuh kemuliaan sehingga banyak orang ingin memaksimalkan ibadah.

Namun, secara hukum Islam, bolehkah berhubungan di malam lailatul qodar?

Jawabannya adalah diperbolehkan, sebagaimana pada malam-malam lainnya di bulan Ramadan.

Bolehkah Berhubungan di Malam Lailatul Qodar

Dalam ajaran Islam, hubungan suami istri di malam hari selama Ramadan diperbolehkan. Hal ini merujuk pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 187.

“Dihalalkan bagi kalian pada malam hari bulan puasa untuk bercampur dengan istri-istri kalian; mereka adalah pakaian bagi kalian dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka.”

Makna dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa seluruh malam di bulan Ramadan, termasuk 10 malam terakhir yang terdapat malam Lailatul Qadar, tetap diperbolehkan untuk berhubungan suami istri.

Dengan demikian, menjawab pertanyaan bolehkah berhubungan di malam lailatul qodar, hukumnya sah dan tidak dilarang secara syar’i.

Meski diperbolehkan, para ulama menganjurkan agar umat Muslim tetap mengutamakan ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan.

Hal ini meneladani kebiasaan Rasulullah SAW yang meningkatkan ibadah di 10 malam terakhir.
“Meski secara hukum diperbolehkan, sebaiknya aktivitas tersebut dilakukan di waktu lain dengan tetap mendahulukan ibadah,” demikian anjuran yang disampaikan dalam kajian fikih.

Etika Berhubungan Suami Istri dalam Islam

Dalam praktiknya, ada beberapa adab atau etika yang dianjurkan saat melakukan hubungan suami istri, sebagaimana dirangkum dalam literatur fikih.

1. Membersihkan Diri

Sebelum berhubungan, suami dan istri dianjurkan membersihkan diri terlebih dahulu, termasuk mandi dan menjaga kebersihan tubuh.

2. Sholat Sunnah Dua Rakaat

Disunnahkan untuk melaksanakan salat dua rakaat sebelum berhubungan agar hati lebih bersih dan tenang.

3. Awali dengan Senda Gurau

Hubungan sebaiknya diawali dengan suasana penuh kasih, seperti bercanda ringan agar pasangan merasa nyaman.

4. Mencium dan Memeluk

Sentuhan seperti mencium dan memeluk dianjurkan untuk mempererat hubungan emosional suami istri.

5. Membaca Doa

Membaca doa sebelum berhubungan menjadi adab penting dalam Islam.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:

“Apabila seseorang hendak mendatangi istrinya lalu membaca doa, maka jika dikaruniai anak, setan tidak akan membahayakannya.”

Doa Berhubungan Suami Istri

Berikut doa yang dianjurkan sebelum berhubungan:

بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Arab latin: “Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa”.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.”

Selanjutnya bisa ditambahkan doa berikut:

اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً

Arab latin: “Allahummaj’alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah”.

Artinya: “Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).”

Doa ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberkahan hubungan suami istri